7 Alasan Bikin Kita Betah di Kota Malang

Diposkan oleh Rayatalit on 07 June 2017


Ngobrolin tentang Malang emang nggak bakalan ada habisnya. Keunikan Malang emang asyik buat dibahas sampai tuntas.

Kali ini kita bakalan lebih mengenal Malang dari sisi kehidupan sehari-hari, kekhasan yang hanya ada di Malang aja.

Ini beberapa hal yang semakin bikin kamu cinta dengan Kota Malang.

1. Malang sebagai Kota Pelajar

Memang Malang pantas mendapatkan julukan itu, selain Yogya dan Bandung. Soalnya, di Malang ini terdapat banyak institusi pendidikan, mulai dari SD sampai dengan perguruan tinggi. Beberapa universitas malah terpandang di seantero negeri dan pastinya banyak yang mengidamkan untuk bisa masuk di situ, seperti Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, UIN Maliki, Politeknik Negeri Malang, dan Universitas Muhammadiyah Malang.

2. Gudangnya kuliner maknyus

Sapa bilang di Malang cuma bakso aja yang ngetop?
Pasti belum lengkap keliling Kota Malangnya tuh! Di Malang, mulai jajanan tradisional sampai yang berbau bule, adaaaaaa semua! Cobain deh rawon, cuwi mie, tahu telor, gelato, kopi yang recommended banget, snack yang beranekaragam, dan masih banyak lagi. Semuanya itu enak!

3. Banyak tempat nongkrong

Kalau lagi di Malang terus khawatir kehabisan tempat nongkrong, itu hampir mustahil.
Soalnya, tempat nongkrong asyik di Malang ini banyak banget.
Mau cari yang model apa aja juga ada. Mau yang model lesehan, mau yang klasik, mau yang berbau barat atau Asia, semua ada!
Mungkin karena Kota Malang ini adalah kota pelajar, maka peluang bisnis untuk mendirikan tempat nongkrong dengan berbagai tema ini bisa dicoba.
Jadi bukan hanya mengandalkan menu unggulan aja, tapi juga konsep unik dari kafe itu sendiri untuk menarik minat pelanggan.

4. Klub sepak bola tangguh dengan suporter setianya

Sepak bola emang salah satu olahraga yang nggak bakalan ada matinya di dunia ini. Begitu juga di Malang.
Sapa sih yang nggak kenal klub bola Arema dari Malang?
Klub tangguh ini telah membanggakan warga Malang selama bertahun-tahun. Mau menang mau kalah, kau tetap Aremaku. Gitu kata fans setia pendukung klub ini, yaitu Aremania.

Aremania adalah sebutan khusus untuk pendukung tim sepak bola di Malang ini dan pastinya mereka juga sangat kondang. Terkenal karena anggotanya berasal dari berbagai kalangan dan jumlah anggotanya yang besar dan loya. Juga aksi-aksi dukungan yang diberikan setiap kali tim Arema bertanding. Tidak jarang Aremania diliput media karena kehebohan dalam mendukung tim sepak bola idolanya. Ada juga Aremanita, sebutan untuk kaum hawa pendukung klub Arema, yang sering jadi sorotan kamera karena kehadiran mereka memaniskan lapangan hijau.

5. Bukan hanya dikelilingi gunung tapi juga pantai-pantai indah di wilayah selatan Malang

Wilayah bagian Selatan Malang ini berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Itu berarti Malang juga memiliki banyak pantai. Pantainya pun sangat indah dan layak untuk kamu kunjungi. Sebagai tempat refreshing yang cocok untuk jadi pilihan, Malang Selatan menawarkan pantai-pantai yang memang indah. Sebut saja Pantai Tiga Warna, Pantai Gatra, Pantai Sendang Biru, Pantai Balekambang, Pantai Bajul Mati, Pantai Goa Cina, dan masih banyak lagi. Bagi yang suka adventure, tunggu apalagi?

6. Salah satu julukannya adalah Zwitserland Van Java

Julukan ini didapat oleh Kota Malang karena ada beberapa pegunungan yang mengelilinginya. Antara lain Gunung Kawi, Gunung Arjuno, Gunung Semeru, hingga Gunung Bromo, sehingga menjadikan Malang sebagai salah satu daerah yang memiliki pemandangan yang indah.

Nggak cukup hanya itu. Ada juga yang menyebut Malang sebagai Parijs Van Oost-Java, mengingatkan kita akan Bandung. Kalau Bandung disebut sebagai Parijs Van Java-nya Jawa Barat, Malang bisa dibilang Bandung-nya Jawa Timur karena selain pemandangan yang indah, kuliner yang menggugah selera juga menawarkan banyak pusat perbelanjaan yang tidak sedikit.

7. Boso Walikan, dialek khas Kota Malang

Ketika sudah beberapa waktu di Malang, kalian ada cukup familiar dengan bahasa khas arek Malang, yaitu boso walikan. Ini adalah bahasa sehari-hari yang sering digunakan oleh arek Malang. Contohnya, kera Ngalam atau arek Malang, ayas atau saya, umak atau kamu, nakam atau makan, tangames atau semangat.
Dan itulah yang menjadi salah satu keunikan dari Malang, yaitu sebuah kebiasaan untuk membalik kata yang diucap ketika melakukan obrolan dengan sesama warga Malang.

Seperti yang dilansir dari Wikipedia.co.id bahwa dialek Malang yang biasa disebut dengan Boso Walikan ini adalah sebuah dialek Jawa yang dituturkan di Malang. Bahasa ini hanya membalikkan posisi huruf pada kosakata bahasa Jawa ataupun bahasa Indonesia pada umumnya, kecuali pada konsonan rangkap, afiks, dan gabungan suku kata yang tidak memungkinkan bisa dibalik.

Banyak ya keunikan yang ada di Malang. Bikin kangen terus kalau sudah nggak di Malang lagi. So, enjoy yaa selagi di Malang.
Baca Selengkapnya7 Alasan Bikin Kita Betah di Kota Malang

Bukan Zamannya Nyanyikan Lagu Berbau SARA

Diposkan oleh Unknown on 24 September 2016

Bukan zamannya lagi menyanyikan nyanyian-nyanyian berbau sara saat mendukung Persib.

Pesan itu muncul pada acara "Fasilitas Pekan Temu Pemuda Komunitas Suporter Bola Bandung," di Jayakarta Hotel, Bandung, Sabtu (24/9).

"Sudah bukan saatnya menyanyikan lagu-lagu rasis di stadion," ujar Yana Umar, pentolan Viking, salah satu kelompok suporter Persib, di acara itu. Nyanyian bernada makian sering terdengar di stadion, terutama kala Persib melakoni laga kandang.

Sasarannya terutama untuk suporter dua tim yang selama ini dilabeli "musuh bebuyutan" Pangeran Biru, Arema Cronus dan Persija Jakarta. Bahkan, lagu bernada umpatan itu tetap terdengar meski Persib sedang bertanding melawan tim lain.

"Bobotoh harus lebih kreatif membuat chant untuk menyemangati Persib," kata dirigen Viking ini. Manajar Persib, Umuh Muchtar, mendukung niat baik bobotoh.

"Saya minta agar tidak ada lagi rasis. Bobotoh Persib mempunyai predikat suporter terbaik. Karena itu, ya mesti dipertahankan," ujar Umuh di acara yang sama.

Yana dan kawan-kawan bekerja sama dengan Dispora Kota Bandung untuk menggelar acara bertajuk "Suporter Sepak Bola Bandung yang Santun dan Beretika" ini.

Kadispora Kota Bandung, Dodi Ridwansyah, mengatakan, kerja sama dengan bobotoh ini demi mendukung usaha meredam aksi SARA di stadion.
"Kita harus mengurangi unsur SARA sehingga hanya mendengar lagu-lagu yang enak seperti di luar negeri," kata Dodi di sela-sela kegiatan itu.

Bahkan, pihaknya berencana untuk menggelar perlombaan penciptaan lagu tanpa unsur SARA. "Mari mulai hari ini untuk mengubah mental dan prilaku bobotoh agar semua melihat bobotoh bisa berlalu santun," ujar Dodi. (tribun)
Baca SelengkapnyaBukan Zamannya Nyanyikan Lagu Berbau SARA

Piala Bayangkara - Arema Indonesia Lebih Diunggulkan

Diposkan oleh Unknown on 03 April 2016

Arema Indonesia akan menghadapi Persib Bandung dalam final Piala Bhayangkara di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan Jakarta, Minggu (3/4) malam WIB. Dari polling yang dilakukan SportSatu.com, Arema sedikit lebih diunggulkan dalam laga final kali ini.

Pertarungan antara Arema Indonesia dan Persib Bandung di final Piala Bhayangkara diyakini akan sangat menarik. Arema berhasil lolos ke final Piala Bhayangkara setelah sukses menyingkirkan Sriwijaya FC di semifinal dengan kemenangan tipis 1-0. Gol yang dicetak Johan Alfarizie menjadi gol penentu yang membawa Arema kembali berpeluang menjadi juara.

Sebelumnya, Persib lebih dulu memastikan diri ke final setelah mengalahkan Bali United di semifinal. Sama seperti kemenangan Arema, Persib pun lolos ke partai final dengan kemenangan tipis 1-0 berkat gol yang dicetak Tantan setelah didahului dengan kemelut di depan gawang Bali United.

Pertandingan final antara Arema Indonesia dan Persib Bandung ini pun sudah dinantikan oleh banyak penikmat sepak bola nasional. Dua klub dengan atribut berwarna biru ini pun dikenal memiliki basis suporter yang luar biasa, Aremania dan Bobotoh.

Dari poling yang dilakukan oleh SportSatu sejak Sabtu (2/4), Arema lebih diunggulkan untuk menjuarai Piala Bhayangkara. Dari total 434 suara yang masuk, Arema berhasil unggul tipis atas Persib. Hasil polling yang dilakukan SportSatu memperlihatkan Arema diunggulkan dengan total suara 54 persen, berbanding Persib yang mengumpulkan suara 46 persen.

Keunggulan Arema dalam polling tersebut terbilang sangat tipis. Begitu pun peluang Arema di atas lapangan hijau. Kedua tim diyakini akan tampil all out dalam mengejar gelar juara di SUGBK. Persib pun menargetkan kembali mengangkat trofi juara di SUGBK.
Baca SelengkapnyaPiala Bayangkara - Arema Indonesia Lebih Diunggulkan

Arema Indonesia vs Sriwijaya FC : Sudah Saling Kenal

Diposkan oleh Unknown on 31 March 2016

Arema Indonesia vs Sriwijaya FC (SFC) sepertinya ditakdirkan untuk selalu bertemu di setiap turnamen besar sepanjang 2015 dan 2016. Sejak SCM Cup, Piala Presiden, Piala Jenderal Sudirman, Piala Gubernur Kaltim, hingga Piala Bhayangkara, keduanya selalu bersua.

Sejak awal 2015, perjumpaan di semifinal Piala Bhayangkara adalah pertemuan keenam khusus di turnamen. Perseteruan di setiap turnamen besar disebut akan semakin membuat pertandingan lebih sulit dan bakal seru. Itu karena kedua tim sudah sama-sama tahu kekuatan lawan.

Kubu tuan rumah Arema sangat paham dengan pemain lama maupun baru tim berjuluk Laskar Wong Kito. Kendati ada beberapa perubahan signifikan pada 2016 ini, pemain yang didatangkan ke Palembang bukan nama-nama baru. Selain ada eks Arema Beto Goncalves, juga ada beberapa eks Persib Bandung.

"Terlalu sering bertemu akan membuat kesulitan semakin tinggi, karena tim saling mengetahui kekuatan lawannya. Pemain baru yang didatangkan Sriwijaya bukan nama-nama yang asing. Saya yakin mereka juga tahu bagaimana level kekuatan Arema," jelas Pelatih Arema Milomir Seslija.

Arema sendiri bakal total di segala aspek, baik dari kualitas performa, penguasaan bola, hingga disiplin dalam membatasi gerak pemain SFC. Faktor tuan rumah membuat Arema tidak ingin dipermalukan begitu saja, apalagi impian untuk bermain di final sudah tak tertahankan.

Melihat situasi ini, Milo mengingatkan agar timnya tidak terlampau percaya diri karena SFC memiliki kekuatan yang sangat merata di segala lini. "Jangan over confident (terlalu percaya diri). Pertandingan bisa saja di luar dugaan dan kami harus siap untuk itu," pesannya.

Pemain-pemain terbaik yang selama ini sering menjadi starting XI sudah siap diturunkan. Cristian Gonzales, Dendi Santoso, Esteban Vizcarra, Raphael Maitimo, Srdjan Lopicic, Hendro Siswanto, hingga palang pintu Hamka Hamzah dan Goran Gancev semuanya dalam kondisi siap tempur.

"Di sini kami harus bermain jauh lebih baik dibanding pertandingan-pertandingan sebelumnya. SFC adalah kekuatan yang sangat stabil, tapi ini Stadion Kanjuruhan dan Arema Indonesia sudah sepantasnya berjuang maksimal mendapatkan kemenangan," sebut gelandang Raphael Maitimo.

Di lain kubu, Pelatih SFC Benny Dolo mengaku sudah memiliki referensi terkait kelemahan-kelemahan Arema Indonesia yang bisa diekploitasi timnya. Mencermati kekuatan Singo Edan di bawah Milomir Seslija, dia yakin masih ada celah untuk ditembus kendati bermain di Stadion Kanjuruhan.

"Bermain di Kanjuruhan menjadi ujian mental bagi pemain. Melihat pengalaman para pemain, saya tidak ragu mereka sudah biasa menghadapi tekanan supporter lawan. Tinggal bagaimana menghadapi Arema dari sisi strategi. Saya catat beberapa kelemahan mereka," cetus Benny Dolo.

Tidak pernah menang di Malang pada Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman, menurutnya bukan parameter kekuatan Sriwijaya FC. Dia menyebut timnya terus melakukan perbaikan dengan membawa pemain baru, sehingga secara kualitas diharapkan lebih berkembang.

"Pastinya Arema juga sudah tahu bagaimana kekuatan Sriwijaya, karena kami sering bertemu. Mungkin kami adalah tim yang paling sering bertemu di turnamen. Soal kualitas tim tidak ada rahasia lagi antara Arema dan Sriwijaya. Tergantung bagaimana kecerdikan dan kreativitas di lapangan nanti," papar dia.

Eks striker Arema yang kini berkostum SFC Beto Goncalvez, ingin mencetak gol saat bertarung di Kanjuruhan. Walau dirinya tetap menganggap Arema merupakan bagian dari sejarah manis karirnya di sepak bola, namun dia tak ragu memberikan 100% untuk kemenangan SFC.

"Saya pernah berlatih dan bermain di sini (Kanjuruhan), banyak teman, dan saya punya kenangan bagus. Tapi saya sekarang menjadi bagian dari Sriwijaya FC dan tentu akan memberikan yang terbaik untuk tim saya. Kalau ada kesempatan, saya ingin mencetak gol. Tapi yang terpenting Sriwijaya FC bisa menang," kata Beto.

Pemain asal Brasil ini menunjuk Cristian Gonzales dan Esteban Vizcarra sebagai sosok yang menjadi daya ledak utama Singo Edan. Jika pemain SFC bisa meminimalisir ruang sekaligus kesempatan dua pemain itu, Beto optimistis Sriwijaya FC tidak akan kecolongan.
Baca SelengkapnyaArema Indonesia vs Sriwijaya FC : Sudah Saling Kenal

Arema Indonesia Ingin Menang di Kanjuruhan

Diposkan oleh Unknown on 28 March 2016

Arema Indonesia memiliki catatan kurang menyenangkan jika bicara semifinal turnamen. Dalam tiga edisi turnamen yang dijalani sejak 2015, Arema selalu tersungkur di semifinal. Yakni Piala Presiden 2015, Piala Jenderal Sudirman 2015 dan Piala Gubernur Kaltim 2016.

Kini, sekali lagi, Arema mendapatkan kesempatan untuk berlaga di semifinal setelah lolos dari penyisihan Piala Bhayangkara 2016 dengan status juara Grup B. Singo Edan bakal menjamu runner-up Grup A, Sriwijaya FC di kandang sendiri yakni Stadion Kanjuruhan. Ini jelas kans besar untuk memungkasi kutukan di semifinal.

Bermain di Kanjuruhan, situasi akan sangat berbeda dengan semifinal-semifinal sebelumnya. Di Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman, format semifinal memakai sistem home-away, sedangkan di Piala Gubernur Kaltim lalu memakai format trofeo alias segitiga.

Di semifinal Piala Bhayangkara nanti, format semifinal adalah single game. Di sinilah menariknya. Melihat catatan silam, Cristian Gonzales dkk tidak pernah kalah saat melakoni semifinal di Stadion Kanjuruhan. Di leg pertama Piala Presiden bermain 1-1 kontra Sriwijaya FC.

Kemudian menang 2-1 di waktu normal kontra Mitra Kukar di leg kedua semifinal Piala Jenderal Sudirman, walau akhirnya kalah adu pinalti. Arema pun optimistis Kanjuruhan bisa menjadi salah satu aspek pendukung yang sangat penting demi ambisi menembus final.

"Kami masih ingat bagaimana kegagalan di tiga semifinal sebelumnya, jadi kesempatan kali ini akan benar-benar kami manfaatkan. Arema berstatus sebagai tuan rumah dan formatnya single game, sehingga jelas kami ingin kemenangan dan melaju ke final," ujar Asisten Pelatih Arema Indonesia Joko Susilo.

Asisten pelatih bersapa Gethuk ini mengingatkan agar pemain tidak perlu trauma dengan kegagalan di semifinal sebelumnya. "Kami harus berpikir positif dan bisa lebih baik lagi. Saya rasa pemain tidak akan terbebani dengan kegagalan sebelumnya dan siap lawan Sriwijaya FC," lanjut dia.

Sebelum bertarung di semifinal, tim kesayangan Aremania harus berhitung dengan kondisi fisik beberapa pemain. Sejumlah pemain sempat tumbang di fase grup, yakni Esteban Vizcarra, Dendi Santoso, hingga Ahmad Bustomi yang ditarik dini saat lawan Persipura Jayapura.

Dengan recovery tiga hari, diharapkan pemain utama sudah siap bertarung lagi atau mempersiapkan skenario alternatif jika kondisi beberapa pemain kurang mendukung. "Kondisi fisik pemain akan terus kami pantau. Semua bisa bermain," tandas Joko Susilo.
Baca SelengkapnyaArema Indonesia Ingin Menang di Kanjuruhan

Asprov PSSI Sepakat Tolak KLB

Diposkan oleh Unknown on 22 March 2016

Asosiasi Provinsi PSSI telah selesai mengadakan pertemuan dengan pengurus PSSI. Ada lima kesepakatan yang dicapai, mereka menegaskan menolak digelarnya Kongers Luar Biasa (KLB).

Pertemuan PSSI dengan Asprov dilakukan di hotel Sultan, Jakarta, Senin (21/1/2016) malam WIB. Sebanyak 34 asprov hadir dalam pertemuan dengan sekjen PSSI Azwan Karim serta beberapa anggota Exco, diantaranya, Erwin D Budiawan, Djamal Aziz, dan Gusti Randa.

Berlangsung sampai tengah malam, pertemuan itu menghasilkan lima butir deklarasi yang telah disepakati bersama. Mereka sepakat menolak digelarnya KLB untuk melakukan pergantian pengurus organisasi PSSI.

Sekretaris Asporv Papua, Rocky Bebena, mengatakan bahwa meski Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, tersangkut kasus hukum, para pemilik suara tak mau buru-buru melakukan pemilihan pengurus baru.

"Kami tegaskan jika ada pernyataan meminta adanya KLB, malam ini sepakat menolak dengan tegas apa yang didapat apapun berita yang dipublikasikan. Itu tidak akan terjadi KLB. Kami sepakat statuta PSSI, dan Statuta FIFA. PSSI solid, dan tidak terkontaminasi dengan mereka yang menganggu kami menjalankan organisasi," kata Rocky.

Berikut lima kesepakatan dari pertemuan tersebut:

1. Menjunjung tinggi kedaulatan organisasi PSSI dan juga lembaga mandiri untuk mengatur, mengembangkan, dan menjalankan kegiatan sepak bola di tanah air.

2. Menjaga harkat martabat dan olahraga sepakbola serta organisasi PSSI dari gangguan eksternal dan Internal yang dapat merugikan organisasi.

3. Menjalankan dan mentaati statuta PSSI sebagai pedoman dalam menjalankan roda organisasi sepakbola nasional.

4. Menjalankan keputusan organisasi hasil kongres luar biasa 18 April 2015 di Surabaya yang telah memilih secara sah Komite eksekutif PSSI masa bakti 2015-2019.

5. Menolak segala bentuk upaya pengambil alihan dan penggantian pengurus PSSI melalui cara-cara inskonstitusional yang melanggar statuta PSSI.
Baca SelengkapnyaAsprov PSSI Sepakat Tolak KLB

Pemerintah Siap Gelar Kompetisi ilegal

Diposkan oleh Unknown on 12 March 2016

Pemerintah atas nama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Tim Transisi akan menggelar kompetisi ilegal untuk menandingi kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) bentukan PT Gelora Trisula Semesta. Rencananya, kompetisi itu akan dihelat Agustus mendatang.

"Untuk pesertanya klub semua Divisi. Nantinya akan dibagi dua grup. Jadi belum ada kasta-kasta pada kompetisi pertama ini. Namun, peserta harus lolos verifikasi," kata anggota Tim Transisi Cheppy T Wartono di sela pertemuan klub di Wisma Kemenpora, Jakarta

Menurut dia, pihaknya akan memberlakukan aturan yang ketat bagi peserta kompetisi yang hingga saat ini belum ditetapkan namanya tersebut. Selain harus memenuhi lima aspek aturan dari AFC/FIFA juga harus memenuhi lima persyaratan yang ditetapkan oleh Tim Transisi.

Aspek persyaratan Tim Transisi yang harus dipenuhi di antaranya adalah semua klub yang mengasuransikan semua pemainnya. Selain itu, harus membayar pajak serta harus setiap klub tidak boleh berpindah-pindah markas. Minimal, klub harus mengontrak stadion minimal tiga tahun.

"Klub harus bisa bertanding dimana klub itu berasal. Kami ingin masyarakat juga menikmati pertandingan ini. Tidak seperti dulu. Misalnya, namanya Persitara tetapi mainnya di Bekasi," tuturnya, menambahkan.

Demi mempercepatkan pelaksanaan, Tim Transisi mulai membuka perdaftaran mulai dari ini hingga April. Perdaftaran tidak hanya untuk klub, namun juga untuk operator kompetisi. Semua pendaftar selanjutnya akan diverifikasi dan diperkirakan pada Juni tuntas.

Setelah verifikasi diumumkan pada Juni, maka kompetisi akan digulirkan pada Agustus hingga Mei 2016. Waktu pelaksanaan dinilai sudah tepat karena pihak Tim Transisi sudah memperhitungkan, termasuk berapa jumlah klub yang akan turun di kompetisi perdana ini.

"Nantinya klub-klub yang berada di posisi atas klasemen akan naik ke kasta tertinggi. Nantinya klub peserta kasta tertinggi akan mendapatkan bapak angkat dari BUMN maupun perusahaan swasta yang tertarik mengelola klub. Saat ini sudah banyak yang berminat," kata pria yang juga seorang politisi itu.

Cheppy mengaku selama ini banyak BUMN maupun perusahaan swasta yang ingin mendukung persepakbolaan nasional. Hanya saja, masih terkendala masalah transparansi. Dengan adanya "blue print" atau cetak biru persepakbolaan yang dimiliki saat ini, pihaknya optimistis ada sinergi antara perusahaan dengan klub.

Sosialisi pelaksana kompetisi oleh Tim Transisi ini diikuti sekitar 40 klub yang ada di Indonesia dari beberapa kasta. Mayoritas, klub yang hadir berasal dari Divisi Utama. Sedangkan dari ISL hanya satu klub yaitu Semen Padang.
Baca SelengkapnyaPemerintah Siap Gelar Kompetisi ilegal

Madura United Tembus Final PGK 2016

Diposkan oleh Unknown on 10 March 2016

Pemilik klub sepak bola Madura United FC (MUFC) Achsanul Qosasih menyatakan, keberhasilan Madura United menembus babak final turnamen Piala Gubernur Kaltim 2016 merupakan kebanggaan, karena mampu membawa nama baik Madura dalam kancah sepak bola nasional.

Mantan anggota DPR RI asal Sumenep, Madura ini mengaku, dirinya seolah tidak percaya, Madura United tembus babak final mengalahkan klub sepak bola ternama, yakni Arema Indonesia dan Persiba Balikpapan.

"Saya jewer telinga saya, untuk meyakinkan, bahwa ini bukan mimpi. Hasil akhir yang menyenangkan hati, pemain yang menghibur hati dan membanggakan," katanya dalam rilis yang disampaikan kepada wartawan di Pamekasan, Rabu (9/3) malam.

"AQ" sapaan karib mantan bendahara PSSI ini juga menyampaikan terima kasih kepada para supporter Madura United dan masyarakat Madura. Sebab, menurutnya, keberhasilan klub sepak bola berjuluk laskar "Sape Kerap" itu, juga tidak lepas dari doa dan dukungan masyarakat Madura.

"Terima kasih atas semua doa yang terpanjatkan untuk Madura," ucap mantan Manajer Persepam ini.

Bagi kami, sambung mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu, sebenarnya masuk final saja, seperti sudah juara.

"Biarkan kami bersyukur dengan cara kami. Euforia ini tidak akan hilang seumur hidup," katanya.

Madura United menembus babak final turnamen Piala Gubernur Kaltim 2016 setelah mengalahkan Arema Cronus dan Persiba Balikpapan melalui drama adu penalti pada laga semifinal di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Rabu (9/3) malam.

Pada pertandingan semifinal yang menggunakan format trofeo itu, tim berjuluk "Sape Kerap" mengalahkan Persiba Balikpapan dengan skor 5-4 melalui adu pinalti, setelah kedua tim hanya bermain imbang 1-1 dalam laga 45 menit.

Di pertandingan berikutnya, tim besutan pelatih asal Brazil Gomes de Olivera kembali mengulang sukses dengan mengalahkan Arema Cronus dengan skor 4-1, juga melalui adu penalti.

Kedua tim harus mengadu keberuntungan di kotak 16 meter, setelah hanya bermain imbang tanpa gol hingga 45 menit waktu normal berakhir.
Baca SelengkapnyaMadura United Tembus Final PGK 2016

Pembagian Grup dan Jadwal Piala Bayangkara 2016

Diposkan oleh Unknown on 08 March 2016

Turnamen Piala Bhayangkara yang mempertemukan tim para juara mulai digulirkan 17 Maret hingga 3 April 2016. Sebanyak 10 tim akan dibagi dalam Grup A dan Grup B yang dimainkan di Bandung dan Bali.

Turnamen yang dijadikan pramusim menjelang Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 digelar setelah Piala Presiden, Piala Jenderal Sudirman, Bali Island Cup, dan Piala Gubernur Kalimantan Timur. Panitia Pelaksana Piala Bhayangkara menyiapkan total hadiah Rp2,5 miliar.

Dalam drawing di Hotel Crowne Plaza, Jakarta, Senin (7/3), Grup A akan dihuni tuan rumah Persib Bandung, PS TNI, Mitra Kukar, Sriwijaya FC, dan juara Piala Gubernur Kalimantan Timur yang saat ini masih berlangsung. Sedangkan Grup B terdiri atas tuan rumah Bali United, Persipura Jayapura, PS Polri, Arema Cronus, dan Persija Jakarta

Laga pembuka mempertemukan Persib Bandung kontra Mitra Kukar yang dihelat 17 Maret di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung. Laga ini rencananya akan dimainkan pukul 20.00 WIB. Partai final dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada 3 April 2016.

Pembagian Grup Piala Bhayangkara 2016:
Grup A: Persib Bandung, PS TNI, Mitra Kukar, Sriwijaya FC, dan juara Piala Gubernur Kaltim
Grup B: Bali United, Persipura Jayapura, PS Polri, Arema Cronus, dan Persija Jakarta


Jadwal Piala Bhayangkara 2016:
Penyisihan Grup A (di Bandung)
Kamis, 17 Maret 2016
Pukul 20.00 WIB Mitra Kukar vs Persib Bandung
Jumat, 18 Maret 2016
Pukul 15.00 WIB Juara Piala Gubernur Kaltim vs Sriwijaya FC
Minggu, 20 Maret 2016
Pukul 15.00 WIB Sriwijaya FC vs PS TNI
Pukul 17.40 WIB Persib vs Juara Piala Gubernur Kaltim
Selasa, 22 Maret 2016
Pukul 15.00 WIB PS TNI vs Juara Piala Gubernur Kaltim
Pukul 17.40 WIB Sriwijaya FC vs Mitra Kukar
Kamis, 24 Maret 2016
Pukul 15.00 WIB Juara Piala Gubernur Kaltim vs Mitra Kukar
Pukul 17.40 WIB: PS TNI vs Persib Bandung

Sabtu, 26 Maret 2016
Pukul 15.00 WIB Mitra Kukar vs PS TNI
Pukul 17.40 WIB: Persib vs Sriwijaya FC


Penyisihan Grup B (di Bali)
Sabtu, 19 Maret 2016
Pukul 15.00 WIB Persija vs PS Polri
Pukul 17.40 WIB Arema Cronus vs Bali United
Senin, 21 Maret 2016
Pukul 15.00 WIB PS Polri vs Persipura
Pukul 17.40 WIB Bali United vs Persija
Rabu, 23 Maret 2016
Pukul 15. 00 WIB Persipura vs Persija
Pukul 17.40 WIB Arema vs PS Polri
Jumat, 25 Maret 2016
Pukul 15.00 WIB Bali United vs Persipura
Pukul 17.40 WIB: Persija vs Arema
Minggu, 27 Maret 2016
Pukul 15.00 WIB Polri vs Bali United
Pukul 17.40 WIB: Persipura vs Arema
Baca SelengkapnyaPembagian Grup dan Jadwal Piala Bayangkara 2016

Menpora Sangat Tidak Bijak

Diposkan oleh Unknown

Hary Tanoesoedibjo memberi komentar soal sikap Kementerian Pemuda dan Olah Raga terkait putusan kasasi Mahkamah Agung pada gugatan SK Menpora 01307. Menurutnya, sikap 'nggandoli' Menpora sangat tidak bijak.

MA sebelumnya sudah menolak kasasi Menpora soal gugatan PSSI pada SK pembekuan Menpora. Hal tersebut tertuang dalam putusan nomor register 36K/TUN/2016. Putusan tersebut bisa disebut inkracht atau mesti dijalankan. Namun Menpora mempertimbangkan Pengajuan Kembali (PK) pada putusan MA.

Menanggapi hal tersebut, HT yang ditemui di sela-sela kunjungannya ke PB Muaythai dan Pertina di SUGBK, Selasa (8/3/2016) menilai sikap Menpora sangat tidak bijaksana. Kepentingan nasional yang diabaikan jadi salah satu penyebabnya.

"Ya harus legowo, khususnya Menpora saat ini. Kok 'nggandoli' terus. Harus lihat dalam kepentingan nasional, lihat pemain, klub dan pegiat sepak bola, kan mereka dirugikan kalau sekarang," katanya kepada Sindonews.

"Kalau PK ya silakan itu hak mereka untuk mengajukan. Tapi kalau sudah putusan Mahkamah Agung kasasi itu sudah inkracht. Jalankan dulu hak-hak yang menang, nanti kalau mau PK silakan," imbuhnya.

"Kita harus lihat putusan kasasi MA kan sudah inkracht, jadi mesti dilaksanakan. Kita lihat jadi sangat tidak bijak saja kalau begini, tidak bijaksana. Menurut saya kepentingan nasional sudah diabaikan," pungkasnya.
Baca SelengkapnyaMenpora Sangat Tidak Bijak

Dejan Antonic Kebut Benahi Fisik Pemain Persib

Diposkan oleh Unknown on 01 March 2016

Pelatih Persib Bandung Dejan Antonic semakin fokus menggenjot stamina pasukannya menjelang Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Kondisi tersebut juga disadari sepenuhnya oleh Dejan pasca Bali Island Cup (BIC) 2016.

Hasrat Dejan untuk menciptakan pemain yang memiliki stamina mumpuni itu ditunjukkan dengan langsung digelarnya latihan pada H+1 sepulang dari BIC. Bahkan, pada latihan perdana setelah BIC itu, Hariono dkk lebih banyak menjalani latihan yang berorientasi pada kekuatan fisik.

Perhatian Dejan terhadap stamina anak asuhnya, tidak hanya berhenti pada sesi latihan saja. Ke depan, Dejan menginginkan pemain baru yang akan bergabung dengan Persib, khususnya pemain asing, masih di kisaran usia dengan stamina bugar. ''Jangan terlalu tua lah. Mungkin 32 (tahun), itu bisa. karena masih oke,''kata Dejan.

Namun demikian, diakui Dejan kriteria tersebut belum menjadi aturan formal dalam perekrutan pemain asing. Akan tetapi, Dejan mengaku keberatan jika usia pemain tersebut di atas 32 tahun. ''Mungkin untuk sebentar sekarang, kita nggak ada terlalu (membatasi usia). Tapi kalau terlalu tua, aku nggak mau,''ungkap dia.

Selain dari sisi usia, Dejan pun menegaskan pentingnya melakukan seleksi terhadap pemain baru. Karena itu, tidak aneh jika ada beberapa pemain yang sudah terlihat bersama Persib, namun akhirnya urung bergabung, seperti halnya Marko Krasic.

''Kita harus bawa dan kita lihat kualitas bagus untuk Persib. Kalau tidak ada kualitas, kita harus cari lagi,''papar dia.

Sementara itu, dari daftar skuat Pangeran Biru, kiper utama Persib, I Made Wirawan merupakan pemain paling tua yang dimiliki Persib saat ini. Pemain pemilik nomor punggung 78 ini diketahui lahir pada 1 Desember 1981.

Adapun pemain asing yang saat ini dimiliki Persib, Vladimir ‘Vlado’ Vujovic adalah pemain kelahiran 23 Juli 1982. Usia bek tengah Persib itu tidak terlalu jauh berbeda dengan usia penyerang Persib, Tantan yang lahir pada 6 Agustus 1982.
Baca SelengkapnyaDejan Antonic Kebut Benahi Fisik Pemain Persib

Rakyat Menunggu Itikad Baik Jokowi

Diposkan oleh Unknown on 23 February 2016

Ketua Komite Ad Hoc Reformasi, Agum Gumelar, percaya kehadiran wakil pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di komite tersebut sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah sepak bola nasional.

Harapan itu diungkapkan Agum saat menjalani Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi X DPR RI, Senin (22/2). Dalam rangka mewujudkan impian Kemenpora, yaitu perbaikan tata kelola sepak bola Indonesia, hal itu tidak akan bisa dicapai tanpa keterlibatan pemerintah di dalamnya.

"Semuanya sangat bergantung kepada iktikad baik pemerintah, khususnya Bapak Presiden (Joko Widodo). Dampak masalah sepak bola ini sangat luas, saya akan terus menunggu panggilan dari Presiden dan saya akan dengarkan apa yang beliau inginkan. Tidak ada dalam kamus, 'PSSI melawan pemerintah'," kata Agum.

Hampir setahun sepak bola Indonesia 'mati suri' akibat pembekuan PSSI oleh Kemenpora yang berujung dengan sanksi FIFA. Kondisi ini membuat Agum pesimistis tentang keikutsertaan Indonesia dalam cabang sepak bola di Asian Games 2018.

"Kita semua menganggap Asian Games itu satu gawean besar bangsa yang bisa membawa catatan sejarah dan suatu ajang yang bisa membawa bangsa Indonesia mencuat di forum internasional," tegas Agum.

"Jadi, suksesnya Asian Games adalah suksesnya bangsa Indonesia. Saya rasa semua yang mengaku dirinya sebagai orang Indonesia mempunyai kewajiban untuk menyukseskan Asian Games," sambungnya.

Senada, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, menyayangkan apabila tidak ada cabang olahraga sepak bola di Asian Games 2018.

"Pertanyaanya sekarang, persoalan sepak bola ini mau diakhiri atau tidak?" ucap Abdul.
Baca SelengkapnyaRakyat Menunggu Itikad Baik Jokowi

Selalu Kalah Dari Arema, Ini Alasan Bali United

Diposkan oleh Unknown on 18 February 2016

Pelatih Bali United, Indra Sjafri kecewa dengan hasil akhir timnya yang takluk dari Arema Cronus dengan skor mencolok, 3-1, pada laga pertama Bali Island Cup (BIC) 2016 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (18/2/2016).

Terlebih yang membuat Indra kecewa, Bali United bermain dihadapan publiknya sendiri. Menurutnya, mental pemain Serdadu Tridatu runtuh akibat blunder kiper Muhammad Diky Indrayana yang berujung pada gol pertama striker Arema, Cristian Gonzales.

Meski begitu, sebetulnya Indra tak sepenuhnya menyalahkan Diky. Mantan pelatih timnas U-19 justru berat dengan kinerja empat pemain belakang, yakni Ricky Fajrin, Agus Nova, Putu Gede, dan Ganjar Mukti.

"Lini belakang memang jadi lini terlemah. Saya sudah coba memperbaiki setelah uji coba lawan Persib, tapi tadi terulang lagi. Kesimpulannya kami butuh pemain belakang baru lagi," kata Indra seperti dikutip Bola.com.

Indra pun akan melakukan perburuan pemain belakang usai turnamen BIC 2016. Sebenarnya, Bali United cukup bertumpu pada bek senior Bobby Satria yang bisa mengomandoi rekan setimnya di lini belakang. Namun, mantan pemain Sriwijaya FC itu tidak bisa main lawan Arema karena cedera leher.

"Semoga pada pertandingan berikutnya lini belakang bisa lebih baik karena kondisi Bobby di pertandingan kedua sudah 80 persen. Saya harap dipertandingan kedua, pemain lebih disiplin lagi nanti. Semua ini memang butuh proses dan mohon bersabar. Saya konsisten menjaga pemain muda dan bukan mencari pemain yang sudah jadi," pungkas Indra.

Pada laga kedua nanti, kedua nanti, Bali United akan bermain lawan klub yang selevel dengan Arema, yaitu Persib Bandung (21/2/2016). Tim lawan punya banyak striker cepat seperti Tantan dan Samsul Arif, sehingga mereka harus bekerja lebih keras lagi.
Baca SelengkapnyaSelalu Kalah Dari Arema, Ini Alasan Bali United

PSSI Targetkan Ratusan Pemain Berbakat Tahun 2022

Diposkan oleh Unknown on 15 February 2016

Ketua Pembinaan Usia Dini PSSI, Zuchli Imran Putra mengungkapkan salah satu targetnya untuk perkembangan sepak bola usia dini Indonesia. Imran mengaku pada tahun 2022 nanti, Indonesia akan memiliki 100 pemain sepak bola berbakat hasil dari pembinaan yang baik dan terstruktur.

"Ketika saya bersama Imran Soccer Academy (IAS) pada tahun 2012, mewakili nama Indonesia mengikuti sebuah kompetisi usia 12 tahun di Jepang, banyak orang di sana menanyakan kenapa anak-anak di Indonesia sangat berbakat dan berprestasi, tetapi ketika beranjak dewasa kemampuannya menurun," tutur Imran kepada MSports.net saat memimpin IAS bertanding di ajang AQUADNC regional Jakarta.

"Kemudian, saya berkata untuk memberikan waktu 10 tahun kepada Indonesia untuk memperbaiki hal itu. Sehingga, pada 2022 nanti, akan ada 100 pemain berbakat yang bisa diandalkan Indonesia dan mereka semua itu, berasal dari pembinaan yang baik. Saya yakin pembinaan ini tidak akan terhenti di tengah jalan." lanjutnya.

Imran menyebutkan pembinaan yang dia lakukan adalah melalui cara bekerja sama dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) yang ada di seluruh Indonesia. Hal itu juga menjadi salah satu hal yang menyebabkan eks anggota Komisi Disiplin PSSI ini mendirikan IAS.

Menurutnya, SSB adalah sarana yang baik sebagai pembinaan awal sepak bola Indonesia. Imran juga berharap, SSB bisa bekerja sama dengan klub sebagai bagian dari pembinaan usia dini di dalam sebuah klub. Mengingat, klub-klub di Indonesia saat ini sedikit sekali yang memiliki pembinaan usia muda yang baik.

"Saya dan ASBI (Asosiasi SSB Indonesia) akan rutin menggelar turnamen untuk SSB di seluruh Indonesia. Untuk tahun ini saja sudah ada 80 SSB yang mendaftar. Hal ini kami lakukan agar pemain-pemain berbakat yang belum terekspos yang berada di pelosok Tanah Air bisa bermunculan," ucap Imran.

"Saya ingin pemain-pemain ini tidak terputus pembinaannya. Saya ingin di Indonesia, seperti di liga-liga Eropa. Dimana klub-klubnya memiliki pembinaan usia muda hingga sampai 8 atau 10 tahun," tutupnya.
Baca SelengkapnyaPSSI Targetkan Ratusan Pemain Berbakat Tahun 2022

ISC 2016 Bergulir Bulan April

Diposkan oleh Unknown on 14 February 2016

Event yang menjadi terobosan setelah Indonesia Super League (ISL) sulit bergulir, Indonesia Super Competition (ISC) 2016 rencananya mulai bergulir April 2016. Hal ini juga tak ditampik CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono.

Hanya saja, Jokdri, panggilan pria yang pernah menjabat posisi Sekjen PSSI itu belum mau menyebut tanggal kick-off ISC 2016. Itu termasuk ketika ditanyakan kabar akan digulirkannya ISC di periode 12-16 April 2016.

"Ya, di April rencananya Indonesia Super Competition dimulai," kata Joko Driyono kepada SportSatu, Sabtu (13/2).

Hal ini setelah menjelaskan bahwa pihaknya akan mengadakan pertemuan lagi dengan klub-klub ISL sekaligus peserta Indonesia Super Competition. Pertemuan direncanakan digelar di periode 21-28 Februari, di mana undangan akan disebarkan pada Senin (15/2).

"Senin undangan akan dikirim. Rencananya pertemuan akan dilaksanakan di periode 21-28 Februari dan kami akan melihat mana yang pas. Saya belum mau membicarakan tanggal kick-off karena undangannya pun belum dikirim jelas Joko Driyono.

Sementara itu, pembuatan perusahaan baru sekaligus untuk menjadi operator sebelumnya dilaporkan telah rampung. Perusahaan baru dibuat mengantisipasi ganjalan karena PT Liga Indonesia selama ini dikenal sebagai operator ISL dan Divisi Utama, yang merupakan produk dari PSSI dan akan dimiliki sepenuhnya oleh klub-klub ISL
Baca SelengkapnyaISC 2016 Bergulir Bulan April

Tim Ad-Hoc Akan Bertemu Exco FIFA Bahas Indonesia

Diposkan oleh Unknown on 12 February 2016

Nasib sepak bola Indonesia kembali dipertaruhkan dalam Kongres Tahunan FIFA di Zurich, Swiss, pada 25 Februari mendatang. Status Indonesia yang sedang dalam sanksi organisasi tertinggi sepak bola dunia akan kembali diperjelas dalam kongres tahunan tersebut.

Karena itu, sebelum berlangsungnya Kongres Tahunan FIFA, Ketua Tim Ad-Hoc, Agum Gumelar, dijadwalkan bertemu dengan Komite Eksekutif (Exco) FIFA di wilayah Asia, 16 Februari mendatang. Dalam pertemuan tersebut, mantan Ketua Umum (Ketum) PSSI 1999-2003 itu mengaku akan melaporkan perkembangan situasi terbaru persepakbolaan Indonesia.

Agum akan menjalin pembicaraan dengan beberapa petinggi FIFA di Asia untuk membahas situasi sepak bola Tanah Air yang belum juga kondusif. Seperti di antaranya H.R.H Prince Abdullah, Kohzo Tashima, Mariano Araneta, dan juga akan turut hadir Presiden AFC Sheikh Salman.

''Pada tanggal 16 (Februari) saya akan ke Kuala Lumpur (Malaysia). Saya akan bertemu dengan Exco FIFA yang di Asia. Seperti Price Abdulah, Mariano, Kohzo, dan Salman, sebagai presiden AFC. Saya akan bertemu mereka dan saya akan laporkan perkembangan,”ungkap Agum, selepas menjalani rapat Tim Ad-Hoc di kediamannya di Jakarta, Rabu malam (10/2).

''Mudah-mudahan perkembangannya (sebelum bertemu dengan para petinggi FIFA di Asia) positif. Mudah-mudahan sebelum tanggal 16 ada perubahan yang positif dari pemerintah,” sambung Agum, yang juga sempat ditunjuk FIFA sebagai Ketua Komite Normalisasi (KN) saat konflik sepak bola Indonesia terjadi pada 2011 lalu.

Sementara itu, Ketum PSSI La Nyalla M Mattalitti, dalam rilis yang diterima KORAN SINDO, menyambut baik pertemuan antara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dengan ketua Tim Ad-Hoc Agum Gumelar, Rabu (10/2). Lebih lanjut, La Nyalla menyatakan bahwa hanya ada dua syarat yang harus dilakukan agar sepak bola Indonesia kembali aktif di kancah internasional.

''Dua syarat ini mendesak untuk dipenuhi sebagai pintu masuk menghidupkan kembali sepak bola Indonesia. Yaitu, pemerintah mengutus wakilnya untuk duduk di Tim Ad-Hoc dan Menpora mencabut SK (Surat Keputusan) pembekuan PSSI sebelum Kongres FIFA akhir Februari nanti. Itu pintu masuknya,”papar La Nyalla.

Seperti diketahui bersama, pemerintah atau Kemenpora memang belum bergabung dengan Tim Ad-Hoc yang sudah beberapa kali menggelar pertemuan. Tim Ad-Hoc sendiri berharap, pemerintah bisa ambil bagian dalam pertemuan Tim Ad-Hoc berikutnya pada 15 Februari mendatang.
Baca SelengkapnyaTim Ad-Hoc Akan Bertemu Exco FIFA Bahas Indonesia

Weleh... Menpora Gabung Tim Ad Hoc Dengan Syarat

Diposkan oleh Unknown on 10 February 2016

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) mengaku punya persyaratan bila harus bergabung dengan Komite Ad-Hoc Reformasi PSSI bentukan FIFA. Hal itu untuk mengubah strategi dalam menyelesaikan konflik persepakbolaan nasional.

Sekretaris Menpora, Alfitra Salamma mengatakan, pemerintah memang berencana untuk bergabung dan menjadwalkan bertemu dengan Ketua Komite Ad-Hoc PSSI, Agum Gumelar pada Rabu (10/2) siang. Pertemuan itu diakui inisiatif dari Komite Ad Hoc sendiri yang mengirimkan surat permintaan untuk bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membicarakan mengenai kondisi sepakbola di Indonesia.

“Namun karena padatnya agenda kegiatan presiden, pertemuan tersebut akhirnya berlabuh ke Kempora atas disposisi dari Setneg. Sayangnya Menpora pun tak bisa hadir dalam rencana pertemuan itu dan memerintahkan saya untuk menerima Pak Agum bersama deputi lain di Kempora,” ungkapnya di kantornya, Senayan Jakarta, Selasa (9/2).

Pihaknya juga akan memberikan usulan agar mau bergabung dengan Komite Ad Hoc Reformasi Sepakbola nasional itu. "Ada syaratnya. Kita dengarkan dulu nanti apa yang mau dibicarakan," kata Alfitra.

Kepala Komunikasi Publik Kempora, Gatot Dewa Broto mengatakan ada sejumlah kondisi yang harus dipenuhi komite tersebut jika menghendaki pemerintah bergabung dan mengirimkan delegasinya. Pihaknya mengharapkan perombakan keanggotaan dalam Komite Ad Hoc.

"Itu saja permintaannya. Simple saja kok. Boleh ada unsur PSSI, media, APPI, pemerintah, tapi jangan kemudian didominasi dengan PSSI. Kami juga mempermasalahkan akuntabilitas dari Komite Reformasi. Apabila segala keberatan Kempora dapat diterima dengan baik oleh Komite Ad Hoc itu, Kempora mungkin mempertimbangkan untuk bergabung,” ungkapnya.

Menurutnya, selama ini, Komite Ad-Hoc didominasi keanggotaannya oleh orang-orang yang dekat dengan kepengurusan PSSI. Karena itulah, pemerintah selama ini menolak dominasi PSSI dalam komite itu.
Baca SelengkapnyaWeleh... Menpora Gabung Tim Ad Hoc Dengan Syarat

Persib Siap Bertarung di Bali Island Cup

Diposkan oleh Unknown on 08 February 2016

Penjaga gawang Persib, M. Natshir tidak gentar menghadapi tim manapun yang akan bertemu dengan Maung Bandung. Natshir menyampaikan kesiapannya untuk menghadapi Bali Island Cup, yang rencananya digelar 18-23 Februari mendatang di Stadion Dipta, Gianyar, Bali.‬

Menurutnya, seperti menghadapi turnamen atau kompetisi pada umumnya, sebagai pemain harus selalu siap tampil maksimal. Kabarnya, sejauh ini selain Persib peserta Bali Island Cup 2016 adalah Arema Cronus, Bali United United, dan PSS Sleman.

"Kita sebagai pemain harus selalu siap menghadapi pertandingan. Siapapun timnya kita harus siap tampil. Ini turnamen, pasti kita bisa bertemu tim manapun," kata pemain yang karib disapa Deden ini, Senin (8/2/2016).

Deden mengatakan, tim-tim yang akan ikut memang punya nama dan bukan tim yang bisa dianggap enteng. Tapi, persiapan yang sudah dilakukan selama ini, diyakini cukup untuk jadi modal Persib mengarungi turnamen yang dirancang guna pemanasan sebelum tampil pada Indonesia Super Copetition (ISC) April mendatang.

Latihan dengan intensitas tinggi menjadi menu keseharian anak asuh Dejan Antonic. Tidak hanya itu, agenda uji coba juga sangat membantu tim mengembalikan atmosfer pertandingan selain menambah kekompakan dan solidaritas tim.

"Ini sedang persiapan. Apa yang diberikan pelatih pada setiap latihan, saya cukup optimis bisa membuat Persib tampil baik pada turnamen nanti. Kita akan berusaha dan bekerja keras," ucapnya.
Baca SelengkapnyaPersib Siap Bertarung di Bali Island Cup

Persebaya 1927 Merapat ke Surabaya United

Diposkan oleh Unknown on 06 February 2016

Enam pemain sudah resmi meninggalkan Surabaya United. Sejumlah pemain baru mulai masuk untuk menggantikan posisi punggawa yang telah angkat koper karena kecilnya gaji yang ditawarkan oleh Surabaya United. Menariknya, para pemain baru yang masuk itu seolah menjadi ajang reuni mantan anggota Persebaya 1927.

Dua pemain, yakni Riko Simanjuntak dan Agung Prasetyo hijrah ke Semen Padang karena mendapat bayaran lebih besar dibanding yang ditawarkan Surabaya United. Menyusul kemudian dengan alasan yang sama yakni Hery Prasetyo, Asep Berlian, Firly Apriansyah dan Slamet Nur Cahyono yang hengkang. Keempat pemain ini memutuskan gabung Madura United FC.

Kini, Dedi Iman memiliki kans untuk bergabung dengan Surabaya United. Kiper berusia 30 tahun ini hadir untuk mengisi pos di bawah gawang Surabaya United yang tinggal menyisakan satu nama saja, yakni Thomas Rian Bayu. "Dedi sudah ikut berlatih pada pagi tadi. Statusnya masih pemain seleksi," tutur pelatih Surabaya United Ibnu Grahan, Jumat (5/2).

Jika lolos seleksi dan akhirnya direkrut, Dedi akan reuni dengan rekan sesama pemain, pelatih, hingga bosnya di Persebaya 1927 dulu. Sebelumnya, tim yang bermarkas di Jemursari ini sudah terlebih dahulu mengikat eks Persebaya 1927, seperti Otavio Dutra, Dany Saputra, Nurmufid Fastabiqul Khoirot dan Feri Ariawan.

Nuansa Persebaya 1927 juga tercium di sektor tim pelatih. Hal ini karena Ibnu Grahan dan Mahrus Afif adalah mantan arsitek dan pelatih kiper klub yang bermarkas di Karanggayam itu. Selain itu, Surabaya United juga dimiliki Gede Widiade, eks CEO Persebaya 1927.
Baca SelengkapnyaPersebaya 1927 Merapat ke Surabaya United

Akhirnya Menpora undang Tim Ad Hoc PSSI

Diposkan oleh Unknown

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan pihaknya akan menerima Ketua Komite Ad Hoc PSSI, Agum Gumelar di kantornya minggu depan.

Pertemuan ini, kata Imam sesuai dengan arahan Sekretariat Negara.

"Kami akan agendakan untuk menerima kunjungan dari Pak Agum Gumelar minggu depan. Kami akan cari waktu yang tepat sesuai jadwal beliau," ujar Imam Nahrawi kepada wartawan Jumat (5/2/2016).

Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S Dewa Broto mengatakan pihaknya menerima surat dari Sekretariat Negara (Setneg) untuk menindaklanjuti keinginan Ketua Komite Ad Hoc bertemu dengan pemerintah.

Hal ini sesuai dengan surat yang dikirimkan oleh Ketua Komite Ad Hoc Agum Gumelar kepada Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

"Kami sudah agendakan mengundang Pak Agum tanggal 10 Februari untuk bertemu dengan pak menteri," ujar Gatot.

"Ini sebenarnya bukan karena adanya intervensi dari Setneg, tapi memang sejak lama kami sudah kepingin bertemu hanya tinggal waktunya saja," ujar Gatot.

Gatot menjelaskan secara informal komunikasi dirinya dengan Agum Gumelar masih terjalin baik.

Apalagi, kata Gatot, dirinya pernah bekerjasama dengan Agum Gumelar saat di Kementerian Komunikasi Informasi dan Perhubungan.

"Saya ini anak kesayangannya beliau (Agum). Jadi komunikasi sampai sekarang masih harmonis," ujarnya.

"Tapi saya tidak mungkin mendahului pimpinan untuk menerima beliau secara formal. Tentu saya harus menunggu petunjuk pak menteri," ujarnya.(*)
Baca SelengkapnyaAkhirnya Menpora undang Tim Ad Hoc PSSI