Showing posts with label Arema Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Arema Indonesia. Show all posts

7 Alasan Bikin Kita Betah di Kota Malang

Diposkan oleh Rayatalit on 07 June 2017


Ngobrolin tentang Malang emang nggak bakalan ada habisnya. Keunikan Malang emang asyik buat dibahas sampai tuntas.

Kali ini kita bakalan lebih mengenal Malang dari sisi kehidupan sehari-hari, kekhasan yang hanya ada di Malang aja.

Ini beberapa hal yang semakin bikin kamu cinta dengan Kota Malang.

1. Malang sebagai Kota Pelajar

Memang Malang pantas mendapatkan julukan itu, selain Yogya dan Bandung. Soalnya, di Malang ini terdapat banyak institusi pendidikan, mulai dari SD sampai dengan perguruan tinggi. Beberapa universitas malah terpandang di seantero negeri dan pastinya banyak yang mengidamkan untuk bisa masuk di situ, seperti Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, UIN Maliki, Politeknik Negeri Malang, dan Universitas Muhammadiyah Malang.

2. Gudangnya kuliner maknyus

Sapa bilang di Malang cuma bakso aja yang ngetop?
Pasti belum lengkap keliling Kota Malangnya tuh! Di Malang, mulai jajanan tradisional sampai yang berbau bule, adaaaaaa semua! Cobain deh rawon, cuwi mie, tahu telor, gelato, kopi yang recommended banget, snack yang beranekaragam, dan masih banyak lagi. Semuanya itu enak!

3. Banyak tempat nongkrong

Kalau lagi di Malang terus khawatir kehabisan tempat nongkrong, itu hampir mustahil.
Soalnya, tempat nongkrong asyik di Malang ini banyak banget.
Mau cari yang model apa aja juga ada. Mau yang model lesehan, mau yang klasik, mau yang berbau barat atau Asia, semua ada!
Mungkin karena Kota Malang ini adalah kota pelajar, maka peluang bisnis untuk mendirikan tempat nongkrong dengan berbagai tema ini bisa dicoba.
Jadi bukan hanya mengandalkan menu unggulan aja, tapi juga konsep unik dari kafe itu sendiri untuk menarik minat pelanggan.

4. Klub sepak bola tangguh dengan suporter setianya

Sepak bola emang salah satu olahraga yang nggak bakalan ada matinya di dunia ini. Begitu juga di Malang.
Sapa sih yang nggak kenal klub bola Arema dari Malang?
Klub tangguh ini telah membanggakan warga Malang selama bertahun-tahun. Mau menang mau kalah, kau tetap Aremaku. Gitu kata fans setia pendukung klub ini, yaitu Aremania.

Aremania adalah sebutan khusus untuk pendukung tim sepak bola di Malang ini dan pastinya mereka juga sangat kondang. Terkenal karena anggotanya berasal dari berbagai kalangan dan jumlah anggotanya yang besar dan loya. Juga aksi-aksi dukungan yang diberikan setiap kali tim Arema bertanding. Tidak jarang Aremania diliput media karena kehebohan dalam mendukung tim sepak bola idolanya. Ada juga Aremanita, sebutan untuk kaum hawa pendukung klub Arema, yang sering jadi sorotan kamera karena kehadiran mereka memaniskan lapangan hijau.

5. Bukan hanya dikelilingi gunung tapi juga pantai-pantai indah di wilayah selatan Malang

Wilayah bagian Selatan Malang ini berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Itu berarti Malang juga memiliki banyak pantai. Pantainya pun sangat indah dan layak untuk kamu kunjungi. Sebagai tempat refreshing yang cocok untuk jadi pilihan, Malang Selatan menawarkan pantai-pantai yang memang indah. Sebut saja Pantai Tiga Warna, Pantai Gatra, Pantai Sendang Biru, Pantai Balekambang, Pantai Bajul Mati, Pantai Goa Cina, dan masih banyak lagi. Bagi yang suka adventure, tunggu apalagi?

6. Salah satu julukannya adalah Zwitserland Van Java

Julukan ini didapat oleh Kota Malang karena ada beberapa pegunungan yang mengelilinginya. Antara lain Gunung Kawi, Gunung Arjuno, Gunung Semeru, hingga Gunung Bromo, sehingga menjadikan Malang sebagai salah satu daerah yang memiliki pemandangan yang indah.

Nggak cukup hanya itu. Ada juga yang menyebut Malang sebagai Parijs Van Oost-Java, mengingatkan kita akan Bandung. Kalau Bandung disebut sebagai Parijs Van Java-nya Jawa Barat, Malang bisa dibilang Bandung-nya Jawa Timur karena selain pemandangan yang indah, kuliner yang menggugah selera juga menawarkan banyak pusat perbelanjaan yang tidak sedikit.

7. Boso Walikan, dialek khas Kota Malang

Ketika sudah beberapa waktu di Malang, kalian ada cukup familiar dengan bahasa khas arek Malang, yaitu boso walikan. Ini adalah bahasa sehari-hari yang sering digunakan oleh arek Malang. Contohnya, kera Ngalam atau arek Malang, ayas atau saya, umak atau kamu, nakam atau makan, tangames atau semangat.
Dan itulah yang menjadi salah satu keunikan dari Malang, yaitu sebuah kebiasaan untuk membalik kata yang diucap ketika melakukan obrolan dengan sesama warga Malang.

Seperti yang dilansir dari Wikipedia.co.id bahwa dialek Malang yang biasa disebut dengan Boso Walikan ini adalah sebuah dialek Jawa yang dituturkan di Malang. Bahasa ini hanya membalikkan posisi huruf pada kosakata bahasa Jawa ataupun bahasa Indonesia pada umumnya, kecuali pada konsonan rangkap, afiks, dan gabungan suku kata yang tidak memungkinkan bisa dibalik.

Banyak ya keunikan yang ada di Malang. Bikin kangen terus kalau sudah nggak di Malang lagi. So, enjoy yaa selagi di Malang.
Baca Selengkapnya7 Alasan Bikin Kita Betah di Kota Malang

Piala Bayangkara - Arema Indonesia Lebih Diunggulkan

Diposkan oleh Viva Bola on 03 April 2016

Arema Indonesia akan menghadapi Persib Bandung dalam final Piala Bhayangkara di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan Jakarta, Minggu (3/4) malam WIB. Dari polling yang dilakukan SportSatu.com, Arema sedikit lebih diunggulkan dalam laga final kali ini.

Pertarungan antara Arema Indonesia dan Persib Bandung di final Piala Bhayangkara diyakini akan sangat menarik. Arema berhasil lolos ke final Piala Bhayangkara setelah sukses menyingkirkan Sriwijaya FC di semifinal dengan kemenangan tipis 1-0. Gol yang dicetak Johan Alfarizie menjadi gol penentu yang membawa Arema kembali berpeluang menjadi juara.

Sebelumnya, Persib lebih dulu memastikan diri ke final setelah mengalahkan Bali United di semifinal. Sama seperti kemenangan Arema, Persib pun lolos ke partai final dengan kemenangan tipis 1-0 berkat gol yang dicetak Tantan setelah didahului dengan kemelut di depan gawang Bali United.

Pertandingan final antara Arema Indonesia dan Persib Bandung ini pun sudah dinantikan oleh banyak penikmat sepak bola nasional. Dua klub dengan atribut berwarna biru ini pun dikenal memiliki basis suporter yang luar biasa, Aremania dan Bobotoh.

Dari poling yang dilakukan oleh SportSatu sejak Sabtu (2/4), Arema lebih diunggulkan untuk menjuarai Piala Bhayangkara. Dari total 434 suara yang masuk, Arema berhasil unggul tipis atas Persib. Hasil polling yang dilakukan SportSatu memperlihatkan Arema diunggulkan dengan total suara 54 persen, berbanding Persib yang mengumpulkan suara 46 persen.

Keunggulan Arema dalam polling tersebut terbilang sangat tipis. Begitu pun peluang Arema di atas lapangan hijau. Kedua tim diyakini akan tampil all out dalam mengejar gelar juara di SUGBK. Persib pun menargetkan kembali mengangkat trofi juara di SUGBK.
Baca SelengkapnyaPiala Bayangkara - Arema Indonesia Lebih Diunggulkan

Arema Indonesia vs Sriwijaya FC : Sudah Saling Kenal

Diposkan oleh Viva Bola on 31 March 2016

Arema Indonesia vs Sriwijaya FC (SFC) sepertinya ditakdirkan untuk selalu bertemu di setiap turnamen besar sepanjang 2015 dan 2016. Sejak SCM Cup, Piala Presiden, Piala Jenderal Sudirman, Piala Gubernur Kaltim, hingga Piala Bhayangkara, keduanya selalu bersua.

Sejak awal 2015, perjumpaan di semifinal Piala Bhayangkara adalah pertemuan keenam khusus di turnamen. Perseteruan di setiap turnamen besar disebut akan semakin membuat pertandingan lebih sulit dan bakal seru. Itu karena kedua tim sudah sama-sama tahu kekuatan lawan.

Kubu tuan rumah Arema sangat paham dengan pemain lama maupun baru tim berjuluk Laskar Wong Kito. Kendati ada beberapa perubahan signifikan pada 2016 ini, pemain yang didatangkan ke Palembang bukan nama-nama baru. Selain ada eks Arema Beto Goncalves, juga ada beberapa eks Persib Bandung.

"Terlalu sering bertemu akan membuat kesulitan semakin tinggi, karena tim saling mengetahui kekuatan lawannya. Pemain baru yang didatangkan Sriwijaya bukan nama-nama yang asing. Saya yakin mereka juga tahu bagaimana level kekuatan Arema," jelas Pelatih Arema Milomir Seslija.

Arema sendiri bakal total di segala aspek, baik dari kualitas performa, penguasaan bola, hingga disiplin dalam membatasi gerak pemain SFC. Faktor tuan rumah membuat Arema tidak ingin dipermalukan begitu saja, apalagi impian untuk bermain di final sudah tak tertahankan.

Melihat situasi ini, Milo mengingatkan agar timnya tidak terlampau percaya diri karena SFC memiliki kekuatan yang sangat merata di segala lini. "Jangan over confident (terlalu percaya diri). Pertandingan bisa saja di luar dugaan dan kami harus siap untuk itu," pesannya.

Pemain-pemain terbaik yang selama ini sering menjadi starting XI sudah siap diturunkan. Cristian Gonzales, Dendi Santoso, Esteban Vizcarra, Raphael Maitimo, Srdjan Lopicic, Hendro Siswanto, hingga palang pintu Hamka Hamzah dan Goran Gancev semuanya dalam kondisi siap tempur.

"Di sini kami harus bermain jauh lebih baik dibanding pertandingan-pertandingan sebelumnya. SFC adalah kekuatan yang sangat stabil, tapi ini Stadion Kanjuruhan dan Arema Indonesia sudah sepantasnya berjuang maksimal mendapatkan kemenangan," sebut gelandang Raphael Maitimo.

Di lain kubu, Pelatih SFC Benny Dolo mengaku sudah memiliki referensi terkait kelemahan-kelemahan Arema Indonesia yang bisa diekploitasi timnya. Mencermati kekuatan Singo Edan di bawah Milomir Seslija, dia yakin masih ada celah untuk ditembus kendati bermain di Stadion Kanjuruhan.

"Bermain di Kanjuruhan menjadi ujian mental bagi pemain. Melihat pengalaman para pemain, saya tidak ragu mereka sudah biasa menghadapi tekanan supporter lawan. Tinggal bagaimana menghadapi Arema dari sisi strategi. Saya catat beberapa kelemahan mereka," cetus Benny Dolo.

Tidak pernah menang di Malang pada Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman, menurutnya bukan parameter kekuatan Sriwijaya FC. Dia menyebut timnya terus melakukan perbaikan dengan membawa pemain baru, sehingga secara kualitas diharapkan lebih berkembang.

"Pastinya Arema juga sudah tahu bagaimana kekuatan Sriwijaya, karena kami sering bertemu. Mungkin kami adalah tim yang paling sering bertemu di turnamen. Soal kualitas tim tidak ada rahasia lagi antara Arema dan Sriwijaya. Tergantung bagaimana kecerdikan dan kreativitas di lapangan nanti," papar dia.

Eks striker Arema yang kini berkostum SFC Beto Goncalvez, ingin mencetak gol saat bertarung di Kanjuruhan. Walau dirinya tetap menganggap Arema merupakan bagian dari sejarah manis karirnya di sepak bola, namun dia tak ragu memberikan 100% untuk kemenangan SFC.

"Saya pernah berlatih dan bermain di sini (Kanjuruhan), banyak teman, dan saya punya kenangan bagus. Tapi saya sekarang menjadi bagian dari Sriwijaya FC dan tentu akan memberikan yang terbaik untuk tim saya. Kalau ada kesempatan, saya ingin mencetak gol. Tapi yang terpenting Sriwijaya FC bisa menang," kata Beto.

Pemain asal Brasil ini menunjuk Cristian Gonzales dan Esteban Vizcarra sebagai sosok yang menjadi daya ledak utama Singo Edan. Jika pemain SFC bisa meminimalisir ruang sekaligus kesempatan dua pemain itu, Beto optimistis Sriwijaya FC tidak akan kecolongan.
Baca SelengkapnyaArema Indonesia vs Sriwijaya FC : Sudah Saling Kenal

Arema Indonesia Ingin Menang di Kanjuruhan

Diposkan oleh Viva Bola on 28 March 2016

Arema Indonesia memiliki catatan kurang menyenangkan jika bicara semifinal turnamen. Dalam tiga edisi turnamen yang dijalani sejak 2015, Arema selalu tersungkur di semifinal. Yakni Piala Presiden 2015, Piala Jenderal Sudirman 2015 dan Piala Gubernur Kaltim 2016.

Kini, sekali lagi, Arema mendapatkan kesempatan untuk berlaga di semifinal setelah lolos dari penyisihan Piala Bhayangkara 2016 dengan status juara Grup B. Singo Edan bakal menjamu runner-up Grup A, Sriwijaya FC di kandang sendiri yakni Stadion Kanjuruhan. Ini jelas kans besar untuk memungkasi kutukan di semifinal.

Bermain di Kanjuruhan, situasi akan sangat berbeda dengan semifinal-semifinal sebelumnya. Di Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman, format semifinal memakai sistem home-away, sedangkan di Piala Gubernur Kaltim lalu memakai format trofeo alias segitiga.

Di semifinal Piala Bhayangkara nanti, format semifinal adalah single game. Di sinilah menariknya. Melihat catatan silam, Cristian Gonzales dkk tidak pernah kalah saat melakoni semifinal di Stadion Kanjuruhan. Di leg pertama Piala Presiden bermain 1-1 kontra Sriwijaya FC.

Kemudian menang 2-1 di waktu normal kontra Mitra Kukar di leg kedua semifinal Piala Jenderal Sudirman, walau akhirnya kalah adu pinalti. Arema pun optimistis Kanjuruhan bisa menjadi salah satu aspek pendukung yang sangat penting demi ambisi menembus final.

"Kami masih ingat bagaimana kegagalan di tiga semifinal sebelumnya, jadi kesempatan kali ini akan benar-benar kami manfaatkan. Arema berstatus sebagai tuan rumah dan formatnya single game, sehingga jelas kami ingin kemenangan dan melaju ke final," ujar Asisten Pelatih Arema Indonesia Joko Susilo.

Asisten pelatih bersapa Gethuk ini mengingatkan agar pemain tidak perlu trauma dengan kegagalan di semifinal sebelumnya. "Kami harus berpikir positif dan bisa lebih baik lagi. Saya rasa pemain tidak akan terbebani dengan kegagalan sebelumnya dan siap lawan Sriwijaya FC," lanjut dia.

Sebelum bertarung di semifinal, tim kesayangan Aremania harus berhitung dengan kondisi fisik beberapa pemain. Sejumlah pemain sempat tumbang di fase grup, yakni Esteban Vizcarra, Dendi Santoso, hingga Ahmad Bustomi yang ditarik dini saat lawan Persipura Jayapura.

Dengan recovery tiga hari, diharapkan pemain utama sudah siap bertarung lagi atau mempersiapkan skenario alternatif jika kondisi beberapa pemain kurang mendukung. "Kondisi fisik pemain akan terus kami pantau. Semua bisa bermain," tandas Joko Susilo.
Baca SelengkapnyaArema Indonesia Ingin Menang di Kanjuruhan

Victor Igbonefo Masih Milik Arema

Diposkan oleh Viva Bola on 26 January 2016

Skuad Arema Cronus tak perlu repot menambah pemain di lini belakang. Sebab, ada satu pemain andal yang masih berstatus milik Arema. Dia adalah Victor Igbonefo.

Selama enam bulan belakangan, Victor memang tidak bergabung dengan tim yang pernah menjadi juara Liga 2010. Itu karena pemain naturalisasi asal Kamerun tersebut dipinjamkan ke Osotspa Samut Prakan FC, klub Thai Premiere League (TPL) Thailand. Masa pinjamnya sudah berakhir pada 31 Desember lalu. ”Secara kontrak, Victor memang masih dengan Arema,” tegas Media Officer Arema Cronus Sudarmaji, kemarin (25/1).

Namun, bagaimana kelanjutan status Victor di Arema untuk musim 2016? Ini yang belum jelas. Arema Cronus belum bisa memastikan apakah Victor kembali memperkuat tim Singo Edan atau tidak. Tapi isu yang berkembang, setelah masa peminjaman tidak diperpanjang lagi, Victor akan berlabuh di Royal Navi FC, Thailand. ”Namun, saat ini belum ada pembahasan mengenai dia (Victor),” kata Sudarmaji.

Apakah nanti bergabung dengan klub lain atau bergabung dengan Arema kembali, itu juga belum diketahui. Terutama saat ini tim sedang dievaluasi dan kemungkinan besar akan ada perombakan pada pemain serta ada penggantian posisi pelatih kepala. Mengenai pemain baru pun masih akan menunggu hasil keputusan dari pelatih yang akan menggantikan Joko ’Gethuk’ Susilo.

Menurut alumnus UMM ini, Arema masih berharap Victor dapat memperkuat skuad Singo Edan. Pemain berusia 30 tahun ini dinilai masih cukup tangguh untuk memperkuat lini pertahanan tim berlogo kepala singa itu. ”Kalau harapan kami ke depannya, dia (Victor Igbonefo) masih tetap membela Arema,” ungkap Sudarmaji. Dengan masih adanya kontrak, dengan Arema Cronus kemungkinan besar itu pun bisa terjadi. ”Arema memang masih mempunyai hak mengenai dia (Victor Igbonefo),” ungkapnya.

Namun, lanjut dia, semuanya tergantung pada pembahasan berikutnya nanti. Sebagai informasi, Victor dipinjamkan ke Osotspa selama enam bulan, dan berakhir pada 31 Desember 2015 lalu. Selama berlaga di Negeri Gajah Putih itu, dia hanya bermain 8 kali, dari 17 pertandingan TPL dan satu Piala FA.
Baca SelengkapnyaVictor Igbonefo Masih Milik Arema

Kurnia Meiga Akan Bermain di Klub Jepang

Diposkan oleh Viva Bola

Bukan hanya pelatih Arema Indonesia Joko Susilo saja yang punya rencana bakal menimba ilmu ke Jepang. Kiper Singo Edan, Kurnia Meiga juga punya rencana yang sama. Hal itu disampaikan oleh CEO Arema, Iwan Budianto pada Senin (25/1/2016).

"Kurnia Meiga sudah izin untuk main ke Liga Jepang. Nanti akan kami jelaskan dia main di klub mana," katanya.

Bisa jadi, kiper 25 tahun ini akan gabung dengan Hokkaido Consadole Sapporo. Sebab, klub kasta kedua Liga Jepang itu punya kerja sama sisters club dengan Arema. Sang pelatih Joko Susilo juga punya rencana untuk menimba ilmu kepelatihan di Sapporo.

Sementara itu General Manager Arema Ruddy Widodo menegaskan bahwa klub yang akan dibela Meiga baru diumumkan pada Rabu (27/1/2016), sehingga belum tentu Consadole Sapporo. Yang jelas, dalam waktu dekat Meiga akan meninggalkan Arema.

Terlepas dari klub mana yang akan diperkuat Meiga, sampai saat ini Arema belum mencari penggantinya. Besar kemungkinan nama Kadek Wardana akan jadi kiper utama Singo Edan untuk jangka panjang. Sebab, performa kiper asal Bali itu tergolong apik di Piala Jenderal Sudirman.

Selain Kadek, Arema juga masih punya kiper gaek Achmad Kurniawan yang tak lain kakak kandung Meiga. Di posisi kiper ketiga juga ada pemain muda Utam Rusdiana. Artinya, untuk sementara posisi kiper masih aman meski ditinggalkan Meiga.

Tim pelatih juga berharap performa kiper asal Jakarta itu makin moncer di Negeri Sakura. Sebab, setelah cedera lutut dan engkel pada awal 2015, Meiga mulai jarang dapat kesempatan main di Arema Indonesia. Dia lebih lama duduk di bangku cadangan untuk menghilangkan trauma cedera tersebut.
Baca SelengkapnyaKurnia Meiga Akan Bermain di Klub Jepang

Mitra Kukar Tetap Waspadai Arema Indonesia

Diposkan oleh Viva Bola on 08 January 2016

Arema Indonesia harus kehilangan tiga pemain kuncinya lantaran masih mengalami cedera. Sebut saja I Gede Made Sukadana, Hendro Siswanto, dan Arif Suyono dimana ketiganya tidak dikutsertakan dalam laga tandang karena menjalani pemulihan pascacedera.

Absennya beberapa penggawa Singo Edan tak lantas membuat Mitra Kukar jumawa. Pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra mengharapkan anak asuhnya tidak menganggap remeh pasukan Joko Susilo tersebut.

Jafri juga berharap timnya tak kecolongan dan fokus di laga besok. Mental dan semangat bertanding menjadi perhatian utama yang dijaga pelatih berlisensi A AFC itu.

"Ini seperti laga final bagi kami. Kalau mau tetap eksis, kami ya harus menang. Apalagi ini laga kandang. Harusnya menguntungkan Mitra Kukar," ujar Jafri.

Sementara itu dikubu lawan, Arema sudah menyiapkan langkah untuk mengisi tiga pemain tersebut absen. "Kami hanya memboyong 20 pemain. Semua yang berangkat sudah siap. Saya punya banyak pemain berkualitas untuk diturunkan menghadapi Mitra Kukar," ujar asisten pelatih Arema, I Made Pasek Wijaya.
Baca SelengkapnyaMitra Kukar Tetap Waspadai Arema Indonesia

Arema Indonesia Siap Tempur

Diposkan oleh Viva Bola on 06 January 2016

Pelatih Arema Indonesia Joko Susilo menegaskan, anak asuhnya sudah siap tempur mendapatkan hasil bagus di pertandingan leg pertama semi-final Piala Jenderal Sudirman melawan tuan rumah Mitra Kukar di Stadion Aji Imbut, Sabtu (9/1).

Arema memboyong 20 pemain ke Tenggarong untuk laga akhir pekan nanti. Tidak banyak perubahan berarti dalam skuat Arema tersebut. Menurut Joko, pemain yang dibawa berada dalam kondisi bagus. Skuat Arema bertolak ke Tenggarong hari ini.

“Sebetulnya kami ingin membawa semua, tapi terbentur masalah teknis. Karena itu, kami membawa 20 pemain. Susunannya tak banyak perubahan dari sebelumnya,” ungkap pelatih yang akrab disapa Gethuk ini.

“Mereka adalah pemain yang paling siap dari segi fisik dan mental untuk pertadingan nanti. Semua materi sudah kami siapkan. Sedangkan pemain yang tidak dibawa, kami sudah meminta mereka menjaga kondisi untuk leg kedua.”

Ke-20 pemain Arema yang dibawa ke Tenggarong adalah I Made Kadek Wardana, Kurnia Meiga, Kiko Insa, Purwaka Yudi, Beny Wahyudi, Ahmad Alfarizi, Suroso, Hasim Kipuw, Junda Irawan, Hermawan, Ahmad Bustomi, Ferry Aman Saragih, Toni Mossi, Dio Permana, Juan Revi, Esteban Vizcarra, Dendi Santoso, Cristian Gonzales, Samsul Arif, Sunarto.
Baca SelengkapnyaArema Indonesia Siap Tempur

Sepak Bola Bagai Makan Sayur Tanpa Garam

Diposkan oleh Viva Bola on 05 January 2016

Rencana PT Liga Indonesia menggelar kembali Indonesian Super League pada 2016 membuat manajemen Arema Cronus girang. Rudi Widodo sebagai perwakilan klub menyebut, hal itu bisa menghidupkan kembali sepak bola Indonesia.

ISL disebutkan kembali digelar pada Februari atau Maret 2016. Hingga saat ini, PT Liga masih mematangkan rencana tersebut kendati belum mengirimkan surat rekomendasi ke Tim Transisi Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Semenjak PSSI dibekukan FIFA, praktis kompetisi di tanah air memang hanya bersifat turnamen jangka pendek. Sudah ada dua gelaran sejauh ini yakni Piala Presiden dan Piala Jendral Sudirman.

Menanggapi hal tersebut, manajemen Arema yang diwakili Rudi mengatakan pihaknya jelas senang jika ada turnamen bersifat kompetisi seperti ISL. Meski saat ini banyak turnamen seperti Piala Presiden dan Piala Jendral Sudirman, hal itu dinilai masih kurang.

"PT Liga itu representasi dari klub. Jadi, semua yang berkecimpung di sepak bola baik manajer, pemain, owner, tujuan mereka ya satu pasti ikut kompetisi. Mendengar kabar itu (ISL 2016 bergulir) kami ya cukup senang," jelasnya kepada wartawan setelah konferensi pers semifinal Piala Jendral Sudirman, Senin (4/1/2016).

"Kita ikut turnamen ini (Piala Jendral Sudirman) ya cukup senang, tapi kan itu ibarat makan sayur tanpa garam. Ya menang dapat hadiah, cuma kan roh-nya tetap di kompetisi," tutupnya.
(sindo)
Baca SelengkapnyaSepak Bola Bagai Makan Sayur Tanpa Garam

Lawan Mitra Kukar, Ujian Lini Belakang Arema Indonesia

Diposkan oleh Viva Bola on 31 December 2015

Selama pagelaran turnamen Piala Jenderal Sudirman 2015, Arema Indonesia merupakan salah satu tim yang memiliki lini pertahanan terbaik. Hal ini terbukti gawang I Kadek Wardana hanya kebobolan enam gol di babak penyisihan dan babak delapan besar.

Dilansir dari radarmalang.co.id, jumlah kebobolan Arema Indonesia sebenarnya sama dengan Semen Padang dan Mitra Kukar. Tapi, Arema lebih baik karena mencatatkan tiga kali clean sheet. Lebih baik ketimbang Semen Padang dengan dua clean sheet, dan Mitra Kukar yang hanya sekali clean sheet.

Berdasarkan data statistik tersebut, Arema mesti bekerja lebih keras lagi untuk bisa menjadi juara Piala Jenderal Sudirman.

Pelatih Arema Malang, Joko ‘Gethuk’ Susilo menyadari hal itu. Dia percaya, para pemainnya bisa menjaga stabilitas permainan yang sudah berjalan bagus selama babak penyisihan dan babak delapan besar.

“Bisa dilihat, di babak penyisihan dan delapan besar, semua kami akhiri dengan kemenangan,” kata dia.

Arema bisa disebut beruntung karena memiliki barisan pemain belakang yang bagus. Mulai dari Purwaka Yudhi, Kiko Insa, hingga Hasyim Kipuw. Tapi, meredam permainan tim lawan tidak hanya menjadi tugas pemain di lini belakang. Tapi juga pemain di lini serang.

Karena itu, keseimbangan permainan menjadi kunci sukses tidaknya sebuah tim dalam pertandingan. ”Tentu ada taktik dan strategi yang harus dilakukan. Bertahan atau menyerang terlebih dahulu harus kami perhitungkan semua,” kata Gethuk.

Arema Indonesia juga berharap performa kipernya tetap terjaga di babak semifinal. I Made Wardana yang selalu tampil di babak penyisihan dan delapan besar punya kans lebih besar untuk menjadi starter di babak semifinal.

Tapi, Kurnia Meiga juga masih punya peluang untuk merebut posisi kiper nomor satu. Pelatih kiper Arema Alan Haviludin berupaya seobyektif mungkin dalam pemilihan kiper starter. ”Dua-duanya mempunyai kans yang sama,” sambung Alan. (rdm/end)
Baca SelengkapnyaLawan Mitra Kukar, Ujian Lini Belakang Arema Indonesia

Menpora dan BOPI Buat Warga Malang Resah

Diposkan oleh Viva Bola on 13 April 2015

Ribuan suporter Arema Cronus, yakni Aremania, menggelar demo di gedung DPRD Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (13/4/2015). Mereka mengecam dan menolak keputusan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Menpora soal Arema Cronus dan Persebaya yang tidak direkomendasikan untuk berlaga di kompetisi Qatar Nasional Bank League (QNB League) 2015.

Peserta aksi bergerak mulai dari depan Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Dari Stadion, bergerak ke gedung DPRD Kabupaten Malang. Aneka poster kecamatan kepada BOPI dan Menpora yang dibentangkan Aremania.

Sebelum menyampaikan aspirasi secara resmi kepada DPRD Kabupaten Malang, perwakilan Aremania berorasi secara bergantian. Dalam orasinya, salah satu perwakilan Aremania menyampakan penolakannya kepada keputusan BOPI dan Menpora yang melarang Arema Cronus dan Persebaya mengikuti kompetisi QNB League 2015.

"Siapa pun yang menghancurkan dan melarang Arema berkompetisi di QNB League jelas telah menyakiti hati rakyat Malang. Dan siapapun yang menyakiti warga Malang, jelas adalah musuh kita semua. Arema itu milik warga Malang dan bahkan milik seluruh rakyat Indonesia," teriaknya.

Setelah orasi perwakilan dari Aremania langsung menemui anggota DPRD Kabupaten Malang. Di gedung DPRD Kabupaten Malang, perwakilan Aremania ditemui oleh Ketua Fraksi PDIP Budi Kriswiyanto dan beberapa anggota dewan dari PDIP lainnya, serta anggota dewan dari fraksi PKB, Abu Hanif.

Di depan anggota DPRD Kabupaten Malang, Suparno, Perwakilan Aremania dari Karangkates, Kabupaten Malang menyampaikan, pernyataan sikap Aremania.

"Aremania secara tegas menolak keputusan BOPI dan Menpora. Karena, keputusan BOPI dan Menpora sudah jelas juga ditolak oleh FIFA, PSSI dan PT Liga Indonesia," kata Suparno.

Selama ini, lanjutnya, pihak manajemen Arema sudah beritikad baik untuk memperbaiki apa yang menjadi keinginan BOPI dan Menpora.

"Tapi BOPI dan Menpora tetap menolak. Hal itu jelas bentuk pendzaliman bagi Arema dan Aremania," jelasnya.

Dia menegaskan bahwa Arema adalah kebanggaan warga Malang.

"Aremania dan warga Malang, solid mendukung Arema tetap berkompetisi di ISL (QNB League). Aremania juga mendukung langkah PSSI yang akan melakukan gugatan kepada Menpora dan BOPI," tegasnya.

Apabila Menpora tidak segera mencabut keputusannya, lanjutnya, Aremania akan meminta Menpora mundur dari kursi Menpora.

"Kami juga meminta pihak kepolisian harus mendukung pengamanan di setiap pertandingan Arema, baik kandang maupun tandang," harapnya.

Selain itu, pihaknya juga berharap pihak Manajemen Arema Cronus terus melakukan merekonsiliasi dan perbaikan serta menyelesaikan konflik yang ada di manajemen Arema.

"Aremania akan tetap bersatu menolak keputusan BOPI dan Menpora. Aspirasi ini, adalah kesepakatan Aremania se-jagad raya," katanya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDI-P, Budi Kriswiyanto dan seluruh anggota dewan yang hadir menyetujui aspirasi Aremania. Seluruh perwakilan dari DPRD Kabupaten Malang menandatangani aspirasi dari Aremania dan langsung mengirimkannya ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui fax sesuai permintaan Aremania.

"DPRD Kabupaten Malang secara resmi menyetujui apa yang dituntut Aremania. Kami siap tanda tangan. Karena keputusan BOPI dan Menpora jelas sudah meresahkan warga Malang dan membuat warga Malang merugi dalam hal ekonomi. Karena dengan dilarangnya Arema berkompetisi, banyak usaha warga Malang yang merugi," katanya.

(kompas.com)
Baca SelengkapnyaMenpora dan BOPI Buat Warga Malang Resah

Manajemen Arema Masih Nego 6 Sponsor Lagi

Diposkan oleh Viva Bola on 15 January 2015

Arema Indonesia layak untuk bertepuk dada dalam urusan finansial. Bagaimana tidak, di tengah banyaknya tim lain berteriak karena mengalami krisis finansial, tim berjuluk Singo Edan ini justru malah kebanjiran tawaran sponsor untuk mengarungi kompetisi Indonesian Super League (ISL) musim depan. Manajemen Arema betul-betul tidak membuang waktu dalam hal perburuan sponsorship untuk musim depan, manajemen terus intensif melakukan penjajakan dengan calon sponsor.

Setelah memastikan mengantongi lebih dari Rp 8 miliar dari sponsorship, nyatanya tidak membuat manajemen Arema Cronus berpuas diri dalam berburu sponsorship jelang bergulirnya kompetisi Indonesian Super League (ISL) musim 2015.

Chief Executive Officer (CEO), Arema Cronus, Iwan Budianto mengaku manajemen saat ini tengah menjalin negosiasi dengan enam calon sponsorship yang berpotensi menyuntikkan dana ke klub pujaan Aremania ini.

“Ada beberapa yang sedang negosiasi dengan kita,” ungkap pria yang karib disapa IB ini.

Bahkan, Ia membeberkan, empat dari enam calon sponsor Arema merupakan perusahaan kelas kakap. Keempat calon sponsor itu berpeluang besar membantu pendanaan tim Singo Edan mengarungi kompetisi musim depan.

“4 yang besar, dan 2 yang berpotensi sedang,” bebernya.

Sayangnya, mantan Direktur Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) ini enggan membuka nama calon-calon sponsor Arema. “Kalau sudah deal saja dipublikasikan,” elak dia.

Pemasukan Arema dari sponshorship juga bisa lebih banyak di banding musim lalu. Musim ini PT Liga Indonesia (PT LI) akan menggulirkan Piala Indonesia. Dengan digelarnya PI, maka potensi pemasukan akan melimpah. - Catering Prasmanan -

“Karena kita masih punya kompetisi Copa (Piala Indonesia) yang sedang kita “bidding” sponsornya,” tuturnya.

Bahkan, pemasukan Arema juga bertambah sepanjang musim depan, yakni berasal dari e-board electric LED Perimeter Advertising Led Display, di stadion Kanjuruhan, Kepanjen, kabupaten Malang.

Musim lalu saja, Arema bisa mendapat suntikan dari 15 sponsorship yang bersifat insidentil di setiap pertandingan home yang terpampang di e-board.

“Juga dari sponsor e-board,” urainya.

Dengan potensi pemasukan tersebut, manajemen tambah IB menargetkan dapat mengantongi dana sebesar Rp 10 miliar yang hanya berasal dari sponsorship. “Target 10 milyar sam,” tandasnya.
Baca SelengkapnyaManajemen Arema Masih Nego 6 Sponsor Lagi

Sriwijaya FC Petakan Kekuatan Dua Raksasa ISL

Diposkan oleh Viva Bola on 09 January 2015

Turnamen Pramusim Trofeo Persija menjadi ajang pemetaan dua kekuatan lawan Sriwijaya FC menjelang Indonesia Super League (ISL) 2015. Pasalnya, dua kekuatan raksasa ISL, Persija Jakarta dan Arema Cronus, ikut berlaga tidak bisa ditebaknya.

''Selain ajang pemanasan sebelum kompetisi, turnamen Trofeo Persija bisa kita manfaatkan juga untuk melihat kesiapan tim lain. Di sini ada Persija Jakarta dan Arema Cronus. Dengan berlaga menghadapinya nanti setidaknya kita bisa mengetahui kekuatan mereka,''kata pelatih Sriwijaya FC Benny Dollo. - Catering Malang -

Menurut suksesor Subangkit ini, laga pramusim sangat baik untuk mencoba beragam taktik untuk menghadapi dua tim raksasa ISL tersebut. Dari sana setidaknya Bendol memiliki gambaran bagaimana bisa menghadapi Persija dan Arema Cronus di laga sesungguhnya (ISL 2015).

''Setelah kita ketemu dengan mereka baru bisa tahu bagaimana gambaran kekuatannya. Siapa saja para pemainya dan tipikal para pemain serta taktik apa yang akan mereka gunakan,''ungkapnya.

Kendati demikian Bendol juga mengetahui tentunya Persija dan Arema Cronus tidak akan menujukan kekuatan sesungguhnya. Namun, sedikit banyak Bendol cukup memahami beragam karakter mantan anak asuhnya di Persija tersebut. - Catering Murah -

''Ini laga uji coba tentunya mereka mencoba seluruh pemain tidak mungkin komposisi inti dikeluarkan. Karena sama seperti kita, mereka masih mencari-cari posisi terbaik untuk persiapan ISL. Namun setidaknya saya mendapatkan gambaran siapa yang akan diturunkan oleh kedua pelatih menjadi tim inti di ISL nanti,''pungkasnya.

(SindoNews.com)
Baca SelengkapnyaSriwijaya FC Petakan Kekuatan Dua Raksasa ISL

Selama Bulan Puasa Arema Tetap Latihan

Diposkan oleh Rayatalit on 01 July 2014

Latihan selama Bulan puasa juga dijalankan Arema Malang. Skuad Arema Cronus ini telah memulai latihan di bulan puasa pada Senin kemarin. Latihan tersebut juga melibatkan pemain yang dipanggil di tim nasional (timnas) Indonesia senior dan U23.

Penjaga gawang timnas Kurnia Meiga, lalu Ahmad Bustomi, Hendro Siswanto, Cristian Gonzales, dan Samsul Arif, diharapkan sudah bisa gabung. Sementara Victor Igbonefo yang bergabung bersama timnas U23, juga dijadwalkan sudah harus hadir dalam latihan di Stadion Gajayana, Malang. Keenam pemain tersebut, akan melengkapi 18 penggawa Singo Edan lainnya.

“Sore ini nanti (kemarin,red) kami akan kembali menggelar latihan.. Ini juga berlaku bagi jajaran pelatih, yang sebelumnya mengikuti kursus kepelatihan yang diselenggarakan PSSI,” ungkap asisten pelatih Arema Joko Susilo, saat dihubunbgi wartawan di Malang.

Sebelumnya, selama kurang lebih dua pekan, hanya 18 pemain yang setia menemani pelatih kepala Suharno dan asisten lainnya, Kuncoro, dalam latihan rutin. Selain kembalinya Joko, juga akan kembali diramaikan oleh tenaga dua asisten pelatih lainnya yakni, I Made Pasek Wijaya dan Alan Haviludin.

Sementara itu pelatih kepala Arema Suharno saat dihubungi terpisah mengatakan bahwa selama bulan Ramadan ini ia juga mengagendakan laga uji coba buat skuad Singo Edan. Uji coba diharapkan tidak hanya di dalam negeri, tetapi di luar negeri

Klub Borneo FC yang sedang melakoni pemusatan latihan di Kota Batu, dikabarkan tertarik menjadi lawan tanding bagi Ahmad Bustomi dan kawan-kawan. Dalam uji coba sebelum bulan puasa, Arema sempat mengalahkan PS Djagung dengan skor telak 4-0.

Suharno mengatakan bahwa tim berjuluk Singo Edan ini tak ingin tergelincir di puncak klasemen ISL 2014 Wilayah Barat. Saat ini, Arema memimpin klasemen dengan 35 poin. Hal itu, menurut Suharno, sudah sesuai target awal mereka: lolos ke 8 Besar dengan hasil terbaik.

Pada laga pasca-Idul Fitri, Arema akan melakukan tur ke markas Barito Putera, 9 Agustus, lalu menjamu Persita Tangerang dan Sriwijaya FC, 18 dan 23 Agustus. Setelah itu, tur lagi ke kandang Persik Kediri dan Persijap Jepara
Baca SelengkapnyaSelama Bulan Puasa Arema Tetap Latihan

Persija Ingin Menang, Arema Tak Mau Kalah

Diposkan oleh Viva Bola on 03 May 2014

Persija Jakarta tidak ingin Arema Indonesia yang menjadi lawannya pada lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2013/2014 menguasai Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu (4/5), dengan sebuah kemenangan.

Demi menghadang laju Singo Edan yang saat ini berkuasa di puncak klasemen Grup 1, anak asuh Benny Dolo ini akan berjuang habis-habisan. Apalagi, tim yang berjuluk Macan Kemayoran ini juga bertengger di papan atas klasemen.

"Kami ingin memaksimalkan pertandingan besok, Minggu (4/5). Yang jelas kami akan fokus mengamankan posisi klasemen," kata Pelatih Persija Benny Dolo di Jakarta, Sabtu.

Tim Macan Kemayoran saat ini bertengger diposisi tiga klasemen sementara Grup 1 dengan 17 poin dari delapan pertandingan. Jika menang dari Arema, akan naik ke posisi dua untuk menggeser Persib Bandung.

Demi meraih hasil terbaik, mantan Pelatih Arema Malang itu telah meracik tim terbaik. Pulihnya Egi Melgiansah dari cedera menjadi nilai tambah guna memperkuat lini tengah. Pemain ini kemungkinan akan ditandemkan dengan Rohit Chand dan Amarzukih.

Jika mantan pemain Arema Indonesia kemungkinan bisa dimainkan, tim asal Ibu Kota itu masih menunggu kepastian sang ikon tim, yaitu Ismed Sofyan. Pemain dengan posisi pemain belakang ini kondisi kesehatannya masih diragukan setelah mengalami cedera saat menghadapi Gresik United.

"Lihat kondisi terakhir besok. Yang jelas lawan adalah tim kuat. Maka, kami tidak boleh lengah jika ingin hasil terbaik," kata pelatih yang akrab dipanggil Bendol itu.

Sementara itu, Pelatih Arema Indonesia Suharno menegaskan bahwa pihaknya akan tampil maksimal demi meraih tiga poin. Apalagi, anak asuh dalam kondisi terbaik setelah pada pertandingan sebelumnya mengalahkkan tuan rumah Semen Padang, 1-0.

"Kami tidak ingin tim mengalami kekalahan yang kedua. Maka, kami harus main maksimal agar meraih kemenangan," katanya usai latihan di GBK.

Arema Indonesia yang menjadi pemuncak klasemen Grup 1 dengan 21 poin dari delapan pertandingan. Satu-satunya kekalahan tim asal Malang, Jawa Timur, itu didapat dari tuan rumah Persib Bandung, Jawa Barat, dengan skor 2-3.

Demi meraih poin maksimal di Ibu Kota, mantan Pelatih Persiwa itu akan menurunkan formasi terbaik termasuk menurunkan tiga gelandang terbaiknya, yaitu I Gede Sukadana, Gustavo Lopez dan Ahmad Bustomi.

Untuk lini depan kemungkinan besar akan menurunkan duet Cristian Gonzales dan Alberto Goncalves, sedangkan posisi penjaga gawang kemungkinan tetap mengandalkan Kurnia Meiga yang di depannya akan ditopang barisan pertahanan yang dimotori Victor Iqbonefo.

(Ruslan Burhani/Antaranews)
Baca SelengkapnyaPersija Ingin Menang, Arema Tak Mau Kalah

Arema Tampil Luar Biasa, Kalahkan SFC di Jakabaring

Diposkan oleh Rayatalit on 10 February 2014

Arema Indonesia tampil luar biasa di Stadion Jaka Baring Palembang ketika menghadapi tuan rumah Sriwijaya FC kemarin (9/2). Pada pertandingan lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2014 itu, Ahmad Bustomi dkk bermain seperti tanpa beban di kandang lawan. Serasa di kandang sendiri, Arema sukses menaklukkan Sriwijaya FC dengan skor 2-0 (2-0).

Bermain di kandang lawan tak membuat Arema ragu-ragu untuk melancarkan serangan. Dalam lima menit pertama saja, terhitung tiga kali peluang didapatkan tim berjuluk Singo Edan ini. Secara bergantian Cristian Gonzales, Alberto Goncalves, dan Dendi Siswanto merepotkan barisan bertahan Laskar Wong Kito. Namun Dewi Fortuna sepertinya belum berpihak pada Arema. Skor masih 0-0.

Sriwijaya FC sempat menyerang pada menit 6 melalui Siswanto. Namun tendangan pemain nomor 7 itu mudah diantisipasi oleh Kurnia Miega. Semenit berselang Arema nyaris menjebol gawang Sriwijaya FC yang dijaga Fauzi Toldo. Beruntung bagi Sriwijaya FC, sundulan Dendi Santoso membentur mistar.

Menit 13 Siswanto merepotkan barisan bertahan Arema. Dia melakukan aksi individu meliuk-liuk melewati beberapa pemain Arema. Namun tendangan keras yang dilesakkan Siswanto melaju tipis di samping kanan gawang Kurnia Miega.

Arema benar-benar tidak seperti bermain di kandang lawan. Pemain belakang, Thierry Ghatuessi bahkan sampai naik ke depan untuk membantu serangan. Menit 16 ia melesakkan tendangan keras, tapi tembakan pemain nomor 6 ini tepat di pelukan kiper Sriwijaya FC, Fauzi Toldo.

Di menit 18 Kurnia Miega kurang tepat dalam mengantisipasi serangan lawan. Bola liar diserobot Yohanis Nabar nyaris menjebol gawang Arema. Beruntung bola tidak menemui sasaran.

Serangan demi serangan terus dilakukan Arema. Usaha mereka berbuah hasil positif pada menit 21. Mendapat umpan dari Ahmad Bustomi, Cristian Gonzales yang berada pada posisi tepat langsung melepaskan sepakan maut dan gagal diantisipasi Fauzi Toldo. Gol mantan pemain Persik Kediri dan Persib Bandung ini sukses membuka skor menjadi 0-1 untuk Arema.

Arema nyaris memperbesar keunggulan di menit 25. Berawal dari penetrasi yang dilakukan I Gede Sukadana di kotak penalti, Erol Iba yang tertinggal beberapa langkah menjatuhkan Sukadana. Wasit melihat hal itu sebagai pelanggaran dan langsung menunjuk titik putih. Namun Ahmad Bustomi yang ditunjuk sebagai eksekutor gagal memanfaatkan peluang itu. Tendangannya melambung ke atas mistar Sriwijaya FC.

Gagalnya pinalti itu tak membuat mental Arema surut. Tim asuhan Suharno-Joko 'Getuk' Susilo ini berhasil menggandakan keunggulan di menit 35. Kemelut bola atas di mulut gawang Sriwijaya FC sukses ditanduk oleh Alberto Gonzalves dan mengoyak jala gawang Sriwijaya FC. Skor menjadi 0-2 untuk Arema. Kedudukan ini bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Arema tidak mengendorkan serangan. Menit 48 Arema hampir saja menambah gol. Mendapat umpan matang dari Gonzales, Beto tidak menerima bola dengan baik sehingga lepas begitu saja.

Arema terus menggempur pertahanan Sriwijaya FC dengan penuh percaya diri. Pada menit 77 giliran Samsul Arif yang unjuk kebolehan. Mantan pemain Persela Lamongan dan Persibo Bojonegoro ini melakukan penetrasi hingga depan gawang Sriwijaya FC. Namun penyelesaian akhirnya masih berhasil diamankan kiper Sriwijaya FC, Fauzi Toldo.

Tim kebanggaan warga Sumatera Selatan ini meski bermain sebagai tuan rumah, hanya sempat melakukan beberapa serangan saja. Itupun tidak terlalu membahayakan benteng pertahanan Arema yang dimotori Victor Igbonefo dan Purwaka Yudi.

Menit 85, kerjasama apik satu dua sentuhan yang dilakukan para pemain Arema sepertinya membuat para pemain Sriwijaya FC frustasi. Terbukti, mereka harus melakukan pelanggaran untuk menghentikan permainan cantik Arema. Cristian Gonzales dilanggar Alan Marta dan membuahkan tendangan bebas bagi Arema. Eksekusi langsung diambil oleh El-Loco sendiri, keras melaju ke sudut kiri gawang Sriwijaya FC namun masih berhasil ditepis Fauzi Toldo.

Tanpa gol tambahan, babak kedua berakhir dengan kedudukan 0-2 untuk Arema.
Baca SelengkapnyaArema Tampil Luar Biasa, Kalahkan SFC di Jakabaring

Arema Indonesia Rebut Piala Gubernur Jatim 2013

Diposkan oleh Rayatalit on 24 December 2013

Arema Indonesia berhasil merebut Piala Gubernur Jatim seusai menaklukkan Persebaya Surabaya dengan skor tipis 1-0 pada laga final di Stadion Jala Krida Mandala, Bumimoro, Surabaya, Selasa (24/12).

Gol tunggal tim berjuluk "Singo Edan" dicetak mantan penyerang tim nasional Samsul Arif pada menit ke-19, setelah tendangan kerasnya dari jarak dekat tidak mampu ditangkap dengan sempurna oleh penjaga gawang Jendry Pitoy.

Selain membawa pulang hadiah uang sebesar Rp150 juta, kemenangan Arema Cronus disambut suka cita oleh seluruh pemain, pelatih dan ofisial tim, karena kerelaan mereka bertandang ke Surabaya membuahkan hasil maksimal.

Pertandingan final Piala Gubernur 2013 yang awalnya akan digelar di Stadion Kanjuruhan Malang (markas Arema) secara mendadak dipindahkan ke kompleks militer TNI AL Bumimoro Surabaya dan tanpa kehadiran penonton, karena alasan keamanan.

Pemindahan lokasi yang diputuskan hanya sehari menjelang laga final tersebut, tidak menyurutkan mental pemain-pemain Arema. Mereka tetap bersedia berangkat ke Surabaya pada Senin (23/12) malam.

"Kami puas dan bangga bisa merebut Piala Gubernur. Sejak awal, kami siap bertanding dimana saja, meskipun di luar kandang, karena ingin menghormati turnamen besar ini," kata manajer Arema, Iwan Budianto, usai pertandingan.

Pelatih Arema Suharno memberikan apresiasi tinggi kepada anak-anak asuhnya yang tampil penuh motivasi dan mampu mematikan pergerakan Greg Nwokolo yang menjadi pemain kunci Persebaya.

Menghadapi Persebaya, Suharno menurunkan formasi menyerang dengan menempatkan tiga striker sejak babak pertama, yakni Christian Gonzales, Samsul Arif dan Beto Goncalves. Pengatur serangan Arema, Gustavo Lopez, nyaris mencetak gol di menit ke-16 ketika tendangannya dari luar kotak penalti hanya membentur mistar atas gawang Jendry Pitoy.

Hanya berselang dua menit, giliran Gonzales yang mengancam gawang Persebaya, tetapi sontekannya masih menyamping tipis dari gawang. Namun, tekanan itu akhirnya berbuah gol pada satu menit berikutnya.

Berawal dari sodoran Gustavo Lopez kepada Gonzales, bola langsung diteruskan oleh pemain naturalisasi tersebut kepada Samsul Arif, yang langsung menendangnya dengan keras hingga gagal ditangkap sempurna kiper Jandri Pitoy.

Persebaya berusaha tampil lebih agresif, tetapi tekanan dari Greg Nwokolo, Emmanuel Kenmogne dan Patrice Nzekou masih belum membuahkan hasil.

Pada babak kedua, Arema kembali mengendalikan permainan dan beberapa kali menekan lini pertahanan Persebaya, tetapi belum mampu menambah keunggulan. Sebaliknya, Persebaya yang diburu waktu untuk mengejar ketinggalan, serangannya mudah dipatahkan lini belakang Arema sehingga harus menyerang kalah.

"Kami akui Arema bermain lebih bagus, sementara anak-anak banyak melakukan kesalahan, terutama kerja sama antar-lini yang tidak berjalan dengan baik. Selamat buat Arema," kata asisten pelatih Persebaya, Tony Ho.
(Antara)
TENUN IKATKAOS KEDIRIBATIKJersey Bola
Baca SelengkapnyaArema Indonesia Rebut Piala Gubernur Jatim 2013

Arema Indonesia vs Sriwijaya FC : Lawan Sepadan

Diposkan oleh Rayatalit on 16 December 2012

Arema Indonesia bakal menghadapi lawan berat di semifinal Inter Island Cup (IIC) 2012, Minggu (16/12). Sriwijaya FC (SFC) bakal menjadi penantang serius di fase ini karena kedua kubu memiliki kekuatan relatif seimbang dari sisi teknis.

Arema dan SFC pernah bertemu beberapa pekan silam dalam pertandingan ujicoba di kandang Arema, Stadion Kanjuruhan, Malang. Kala itu SFC membuktikan mereka bukan lawan yang mudah ditekuk dan memaksa Arema hanya menang satu gol via eksekusi pinalti.

Saat bertemu di venue netral alias Stadion Manahan, Solo, Arema jelas tidak bisa menepuk dada. Apalagi, catatan selama pra musim, Pelatih Arema Rahmad 'RD' Darmawan selalu kesulitan mengalahkan mantan timnya, yakni Persija Jakarta, Persipura Jayapura dan SFC.

Arema kalah dari Persija di turnamen Trofeo Persija, bermain imbang kontra Persipura di fase grup IIC 2012 dan hanya menang 1-0 kala bersua SFC. Hasil itu bisa menjadi garansi awal ketatnya pertarungan di semifinal IIC 2012. SFC sendiri mewakili Grup A dan menyingkirkan tim tangguh macam Persija Jakarta.

RD sendiri mengakui timnya harus jauh lebih fokus di fase ini karena hasil pertandingan tak hanya ditentukan faktor teknis belaka. “Arema dan SFC merupakan tim yang matang. Semua aspek sangat menentukan, termasuk konsentrasi, mental, serta keberuntungan,” tukas RD, Sabtu (15/12).

Dia meminta fokus pemain jauh lebih baik dibanding fase grup lalu, terutama produktifitas. RD ingin pemainnya lebih tenang dalam pemanfaatan peluang, karena di tiga laga sebelumnya, Arema tidak bisa mengonversi puluhan peluang menjadi gol. Mendominasi pertandingan terbukti belum cukup untuk membuat tim subur.

Pada duel nanti RD hampir dipastikan memasang pola 4-2-3-1 dengan menempatkan Alberto Goncalves sebagai striker tunggal. Di belakangnya, tiga gelandang bernaluri penyerang yakni Kayamba Gumbs, Qischil Gandruminny, serta Dendi Santoso. Sementara holding midfielder ditempati Joko Sasongko dan Egi Melgiansyah.

Kekuatan Arema agak tereduksi karena absennya Greg Nwokolo dan gelandang bertahan I Gede Sukadana. Bagaimana dengan Christian Gonzales? Penyerang anyar ini bisa menjadi solusi terakhir walaupun RD belum berhasrat memainkannya di babak semifinal.

“Suasana tim sangat bagus, kami sudah cukup recovery, sekarang tinggal konsentrasi ke pertandingan. Kami siap menjalani pertandingan seketat apa pun dan semoga bisa memberikan kemenangan. Kehadiran supporter Aremania akan sangat berpengaruh,” cetus RD.

Sementara, arsitek SFC Kas Hartadi mengakui timnya membutuhkan permainan terbaik untuk mengalahkan tim sekelas Singo Edan. Dia memperkirakan kedua tim bakal saling menyerang secara terbuka dan tidak ada yang bermain negatif. Bermain bertahan menurutnya bukan tipikal Arema maupun SFC.

“Kami akan tampil menyerang sesuai dengan karakter SFC. Saya rasa untuk kualitas, kami setara dengan Arema dan akan mengimbangi permainan mereka,” ujar Kas Hartadi. Untuk pemain yang menjadi perhatian khusus, dia tidak menyebut secara spesifik.

Tapi dia mencatat ada sejumlah pemain yang berpotensi membuat petaka, di antaranya Alberto Goncalves dan Kayamba Gumbs. “Komposisi pemain Arema merata dan semua harus diperlakukan sama. Kami optimistis mendapat hasil terbaik dan menuju final. Kami sudah siapkan semuanya sebelum berangkat ke Solo,” tandasnya.

Opak GambirTenun Ikat BandarJersey Bola

Baca SelengkapnyaArema Indonesia vs Sriwijaya FC : Lawan Sepadan

Hadapi Sriwijaya FC, Arema Indonesia Tanpa Greg Nwokolo

Diposkan oleh Rayatalit on 15 December 2012

Ketajaman Arema Indonesia dipastikan bakal sedikit berkurang saat menghadapi Sriwijaya FC di laga semifinal Inter Island Cup 2012 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (16/12/2012). Tim Singo Edan ini akan tampil minus striker andalannya, Greg Nwokolo.

Eks striker Persis Solo dan Persija Jakarta itu tak dimasuk dalam daftar 20 pemain yang diboyong Rahmad Darmawan ke Solo. Greg tak diikut sertakan karena mengalami cedera sehingga harus ditinggal di Malang.

Selain Greg, Arema juga tak membawa I Gede Sukdana (defensive midfielder), Irsyad Maulan (bek) serta Dedi Kusnandar (gelandang). Ketiganya kondisinya juga dibelit cedera.

Rahmad hanya membawa para pemain yang kondisinya benar-benar siap diturunkan, baik secara fisik maupun mental. Para pemain ini akan menjalani recovery dan istirahat sesampainya di Solo.

Selain itu, Rahmad juga mengaku masih akan melakukan evaluasi bagi timnya di semua lini. Mantan pelatih Timnas Indonesia di SEA Games 2011 lalu itu mengaku timnya masih banyak kelemahan, terutama dalam finishing ke gawang lawan.

Meskipun saat ini komposisi Singo Edan bertabur para pemain bintang. Sederet pemain bintang itu antara lain, yakni Keith Kayamba Gumbs (eks Sriwijaya), Egy Melgiansyah (eks Pelita Jaya), Alberto Goncalves (eks Persipura), Christian Gonzales (eks Persisam), Thierry Ghatuessy (eks Sriwijaya), Kunia Meiga, Joko Sasongko (eks Pelita), dan Victor Igbonevo (eks Pelita).

“Kami berharap setelah dilakukan evaluasi secara keseluruhan ada peningkatan grafik permainan. Target kami adalah menjuara IIC 2012,” tutur Rahmad dilansir Antara, Jumat (14/12/2012).

Opak GambirTenun Ikat BandarJersey Bola

Baca SelengkapnyaHadapi Sriwijaya FC, Arema Indonesia Tanpa Greg Nwokolo

Arema Pinjamkan Safee Sali ke Johor FC

Diposkan oleh Rayatalit on 05 December 2012

Tips Pasaran Bursa Taruhan dan Prediksi Bola
Manajemen Arema Indonesia sempat berharap striker Timnas Malaysia Safee Sali kembali ke Malang untuk memperkuat Arema dalam event pra musim Inter Island Cup. Namun kini manajemen Arema justru meminjamkan Safee Sali pada klub Malaysia, Johor FC Darul Takjim.

CEO Arema, Iwan Budianto mengatakan, jika keputusan manajemen Arema untuk meminjamkan Safee Sali berdasarkan sejumlah pertimbangan. Diantaranya masukan dari Aremania pasca Arema mengikuti turnamen Trofeo Persija beberapa waktu yang lalu. Aremania beranggapan jika Singo Edan tampil buruk. Selain itu, potensi dari pemain asli Arema dianggap mulai redup akibat banyaknya pemain bintang.

"Setelah mengikuti Trofeo Persija, Aremania beranggapan kalau Arema tidak lagi memiliki jiwa singa. Setelah kami pertinbangan dengan tim pelatih, akhirnya kami putuskan untuk meminjamkan Safee," ujar Iwan Budianto.

Dengan dipijamkannya Safee Sali, otomatis pemain asli Singo Edan punya kesempatan lebih untuk bermain. Pemain-pemain diantaranya Sunarto, Dendi Santoso dan Qischil Gandrum. Iwan menegaskan jika Safee tidak dijual, dan tetap milik Arema. Namun Iwan tak menyebutkan berapa lama mantan pemain Pelita Jaya akan dipinjamkan.

"Tim ini terbentuk dari dua karakter tim yang berbeda, Pelita Jaya dan Arema. Kami akan tetap menjaga jiwa singa ada di tubuh tim ini," tutur mantan manajer Persik Kediri ini.

"Kalau Safee tetapi di Arema kemungkinan Rahmad Darmawan akan menduetkan Beto dengan Safee atau Greg. Sementara pemain lokal seperti Sunarto dan Qischil tidak akan banyak kesempatan," imbuh Iwan.

Meski tanpa Safee Sali, Iwan menjamin daya gedor lini depan Arema tetap akan bertaring. Sebab Arema masih punya striker tangguh seperti duet Beto dan Sunarto.

"RD sudah punya rencana khusus untuk pemain lokal seperti Sunarto. Dia dinilai tim pelatih punya motivasi dan semangat bermain. Jadi kita tak perlu khawatir," tandas pria asal Malang ini.
BatikKaosTenun IkatJersey Bola
Baca SelengkapnyaArema Pinjamkan Safee Sali ke Johor FC