Showing posts with label Liga Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Liga Indonesia. Show all posts

Pemerintah Siap Gelar Kompetisi ilegal

Diposkan oleh Viva Bola on 12 March 2016

Pemerintah atas nama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Tim Transisi akan menggelar kompetisi ilegal untuk menandingi kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) bentukan PT Gelora Trisula Semesta. Rencananya, kompetisi itu akan dihelat Agustus mendatang.

"Untuk pesertanya klub semua Divisi. Nantinya akan dibagi dua grup. Jadi belum ada kasta-kasta pada kompetisi pertama ini. Namun, peserta harus lolos verifikasi," kata anggota Tim Transisi Cheppy T Wartono di sela pertemuan klub di Wisma Kemenpora, Jakarta

Menurut dia, pihaknya akan memberlakukan aturan yang ketat bagi peserta kompetisi yang hingga saat ini belum ditetapkan namanya tersebut. Selain harus memenuhi lima aspek aturan dari AFC/FIFA juga harus memenuhi lima persyaratan yang ditetapkan oleh Tim Transisi.

Aspek persyaratan Tim Transisi yang harus dipenuhi di antaranya adalah semua klub yang mengasuransikan semua pemainnya. Selain itu, harus membayar pajak serta harus setiap klub tidak boleh berpindah-pindah markas. Minimal, klub harus mengontrak stadion minimal tiga tahun.

"Klub harus bisa bertanding dimana klub itu berasal. Kami ingin masyarakat juga menikmati pertandingan ini. Tidak seperti dulu. Misalnya, namanya Persitara tetapi mainnya di Bekasi," tuturnya, menambahkan.

Demi mempercepatkan pelaksanaan, Tim Transisi mulai membuka perdaftaran mulai dari ini hingga April. Perdaftaran tidak hanya untuk klub, namun juga untuk operator kompetisi. Semua pendaftar selanjutnya akan diverifikasi dan diperkirakan pada Juni tuntas.

Setelah verifikasi diumumkan pada Juni, maka kompetisi akan digulirkan pada Agustus hingga Mei 2016. Waktu pelaksanaan dinilai sudah tepat karena pihak Tim Transisi sudah memperhitungkan, termasuk berapa jumlah klub yang akan turun di kompetisi perdana ini.

"Nantinya klub-klub yang berada di posisi atas klasemen akan naik ke kasta tertinggi. Nantinya klub peserta kasta tertinggi akan mendapatkan bapak angkat dari BUMN maupun perusahaan swasta yang tertarik mengelola klub. Saat ini sudah banyak yang berminat," kata pria yang juga seorang politisi itu.

Cheppy mengaku selama ini banyak BUMN maupun perusahaan swasta yang ingin mendukung persepakbolaan nasional. Hanya saja, masih terkendala masalah transparansi. Dengan adanya "blue print" atau cetak biru persepakbolaan yang dimiliki saat ini, pihaknya optimistis ada sinergi antara perusahaan dengan klub.

Sosialisi pelaksana kompetisi oleh Tim Transisi ini diikuti sekitar 40 klub yang ada di Indonesia dari beberapa kasta. Mayoritas, klub yang hadir berasal dari Divisi Utama. Sedangkan dari ISL hanya satu klub yaitu Semen Padang.
Baca SelengkapnyaPemerintah Siap Gelar Kompetisi ilegal

Pembagian Grup dan Jadwal Piala Bayangkara 2016

Diposkan oleh Viva Bola on 08 March 2016

Turnamen Piala Bhayangkara yang mempertemukan tim para juara mulai digulirkan 17 Maret hingga 3 April 2016. Sebanyak 10 tim akan dibagi dalam Grup A dan Grup B yang dimainkan di Bandung dan Bali.

Turnamen yang dijadikan pramusim menjelang Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 digelar setelah Piala Presiden, Piala Jenderal Sudirman, Bali Island Cup, dan Piala Gubernur Kalimantan Timur. Panitia Pelaksana Piala Bhayangkara menyiapkan total hadiah Rp2,5 miliar.

Dalam drawing di Hotel Crowne Plaza, Jakarta, Senin (7/3), Grup A akan dihuni tuan rumah Persib Bandung, PS TNI, Mitra Kukar, Sriwijaya FC, dan juara Piala Gubernur Kalimantan Timur yang saat ini masih berlangsung. Sedangkan Grup B terdiri atas tuan rumah Bali United, Persipura Jayapura, PS Polri, Arema Cronus, dan Persija Jakarta

Laga pembuka mempertemukan Persib Bandung kontra Mitra Kukar yang dihelat 17 Maret di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung. Laga ini rencananya akan dimainkan pukul 20.00 WIB. Partai final dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada 3 April 2016.

Pembagian Grup Piala Bhayangkara 2016:
Grup A: Persib Bandung, PS TNI, Mitra Kukar, Sriwijaya FC, dan juara Piala Gubernur Kaltim
Grup B: Bali United, Persipura Jayapura, PS Polri, Arema Cronus, dan Persija Jakarta


Jadwal Piala Bhayangkara 2016:
Penyisihan Grup A (di Bandung)
Kamis, 17 Maret 2016
Pukul 20.00 WIB Mitra Kukar vs Persib Bandung
Jumat, 18 Maret 2016
Pukul 15.00 WIB Juara Piala Gubernur Kaltim vs Sriwijaya FC
Minggu, 20 Maret 2016
Pukul 15.00 WIB Sriwijaya FC vs PS TNI
Pukul 17.40 WIB Persib vs Juara Piala Gubernur Kaltim
Selasa, 22 Maret 2016
Pukul 15.00 WIB PS TNI vs Juara Piala Gubernur Kaltim
Pukul 17.40 WIB Sriwijaya FC vs Mitra Kukar
Kamis, 24 Maret 2016
Pukul 15.00 WIB Juara Piala Gubernur Kaltim vs Mitra Kukar
Pukul 17.40 WIB: PS TNI vs Persib Bandung

Sabtu, 26 Maret 2016
Pukul 15.00 WIB Mitra Kukar vs PS TNI
Pukul 17.40 WIB: Persib vs Sriwijaya FC


Penyisihan Grup B (di Bali)
Sabtu, 19 Maret 2016
Pukul 15.00 WIB Persija vs PS Polri
Pukul 17.40 WIB Arema Cronus vs Bali United
Senin, 21 Maret 2016
Pukul 15.00 WIB PS Polri vs Persipura
Pukul 17.40 WIB Bali United vs Persija
Rabu, 23 Maret 2016
Pukul 15. 00 WIB Persipura vs Persija
Pukul 17.40 WIB Arema vs PS Polri
Jumat, 25 Maret 2016
Pukul 15.00 WIB Bali United vs Persipura
Pukul 17.40 WIB: Persija vs Arema
Minggu, 27 Maret 2016
Pukul 15.00 WIB Polri vs Bali United
Pukul 17.40 WIB: Persipura vs Arema
Baca SelengkapnyaPembagian Grup dan Jadwal Piala Bayangkara 2016

Beda Nasib Stadion Aji Imbut dan Stadion Segiri

Diposkan oleh Viva Bola on 09 January 2016

Arema Indonesia tak mau mengkambinghitamkan kondisi lapangan Stadion Aji Imbut, Tenggarong saat melakoni leg pertama semifinal Indonesian Championship Jenderal Sudirman Cup 2015 melawan Mitra Kukar (9/1). Mereka maklum dengan kondisi lapangan mengingat sepak bola Indonesia yang lama vakum.

Dalam pantauan, Stadion Aji Imbut memang dalam kondisi yang kurang bagus. Kontur tanah yang tak rata memungkinkan para pemain untuk sulit berkembang.

"Hari ini kami latihan fisik dan survei lapangan. Lapangan kurang, kami maklumi, tak masalah. Kami sama-sama memakai, kami tak akan mencari alasan. Kami tak pusing dengan lapangan," ucap pelatih Arema Indonesia, Joko Susilo.

Menurutnya, hal teknis maupun non-teknis tak akan mengalangi niat tim berjuluk Singo Edan untuk meraih kemenangan. Pelatih yang akrab disapa Gethuk ini yakin, para anak asuhnya sudah siap tempur.

"Kami semua siap, kondisi pemain bagus. Tak ada cedera. 20 pemain baik. Perjalanan juga tak masalah. Mereka juga kan nanti akan bertandang ke Malang," pungkas dia.

Sementara itu, stadion Segiri yang bakal menjadi tempat berlangsungnya semifinal antaran Pusamania Borneo FC melawan Semen Padang, Minggu (10/1) lebih terawat dibanding saat Piala Presiden lalu. Hal ini terlihat dari kualitas rumput dan juga kontur tanah yang rata.

Pada Piala Presiden lalu, rumput Stadion Segiri memang cukup dipermasalahkan. Pasalnya, kala itu tanah yang keras mengakibatkan sulitnya aliran bola dari kaki para pemain.

Akan tetapi, panitia penyelenggara tampaknya lebih siap dalam menyambut turnamen ini. Bukan tanpa sebab, menurut pantauan di lapangan langsung, rumput sudah terawat cukup baik.
Baca SelengkapnyaBeda Nasib Stadion Aji Imbut dan Stadion Segiri

Sepak Bola Indonesia Masih Dijegal BOPI

Diposkan oleh Viva Bola on 07 January 2016

PT Liga Indonesia sudah menerima surat balasan dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) terkait permohonan izin untuk menggelar Indonesia Super League 2016 mendatang. Isi surat balasan tersebut memang cukup mengecewakan, sebab izin tidak akan keluar sebelum ada koordinasi dengan Tim Transisi bentukan Menpora Imam Nahrawi.

Akan tetapi, PT Liga yang selama ini menjadi rekanan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) tentu tak akan mau tunduk begitu saja. Terlebih sebelumnya Sekretaris Jenderal PSSI, Azwan Karim sudah memberikan pernyataan.

Azwan menilai apabila PT Liga berani mengangkangi PSSI dengan meminta izin kepada Tim Transisi, maka sejatinya mereka telah berkhianat. Sebab, selama ini badan usaha yang dipimpin oleh Joko Driyono dipercaya oleh klub peserta ISL, Divisi Utama, dan Liga Nusantara karena mendapatkan mandat dari PSSI.

Menanggapi surat balasan dari BOPI, Sekretaris PT Liga, Tigor Shalomboboy menegaskan akan menempuh cara lain. Yang jelas, mereka masih tetap pada pendirian pertama, yakni melaksanakan kompetisi secara independen di luar PSSI dan Tim Transisi.

"(Surat dari BOPI) Ya, sudah kami terima. Ya, kami ucapkan terima kasih kepada BOPI sebelumnya. Soal kompetisi, kami akan tetap mengusahakan akan kembali berjalan, karena kita ini kan mewakili para klub," ujar Tigor saat dihubungi.

Tigor pun optimistis jalan yang akan ditempuhnya ke depan dapat memberikan solusi terbaik bagi semua klub. Karena, sejak adanya perseteruan antara PSSI dan Kemenpora, klub dan PT Liga menjadi korban yang paling menderita.

Tanpa ada kompetisi mereka tidak bisa lagi mencari pemasukan untuk membiayai operasional sehari-hari. Dan bagi klub, dana yang telah dikeluarkan saat menggelar perispan untuk kompetisi tahun lalu yang urung terlaksana jadi terbuang sia-sia.

"Kita ini kan jadi korban perseteruan ini sebenarnya. Kita juga kan adalah perwakilan klub, karena saham PT Liga adalah gabungan dari klub. Jadi, sebenarnya kami jelas punya hak untuk tetap berusaha membuat kompetisi. Intinya, peluang membuat kompetisi masih terbuka lebar," kata Tigor.

Terkait adanya surat balasan dari BOPI ini, PT Liga dijadwalkan akan melakukan pertemuan denga klub-klub peserta ISL pada 15 Januari 2016 mendatang.
(vivabola)
Baca SelengkapnyaSepak Bola Indonesia Masih Dijegal BOPI

Klub Liga Indonesia Tetap Solid Meski Diancam Kemenpora

Diposkan oleh Viva Bola on 12 May 2015

Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kembali menunjukkan intervensinya kepada PSSI dan anggotanya dengan mengancam klub-klub.

Setelah membekukan PSSI dan akan mencari pengganti operator kompetisi selain PT Liga Indonesia, kini Kemenpora mengancam akan memberi sanksi kepada klub-klub.

Ancaman sanksi itu dinyatakan Menpora Imam Nahrawi bagi klub-klub yang menolak berkompetisi di bawah Kemenpora. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan, bila benar disanksi, bagaimana Menpora mengeksekusinya mengingat klub-klub tersebut adalah anggota dari PSSI.

Direktur Members&Development PSSI, Budi Setiawan, menegaskan, anggota-anggota PSSI tidak akan termakan dan terintimidasi dengan ancaman sanksi Menpora.

Budi juga menjelaskan, sesungguhnya tidak ada konflik dalam tubuh PSSI, yang ada hanya kesewenangan dan arogansi Menpora yang membuat situasi sekarang menjadi kian pelik.

“Anggota tumbuh dewasa dan matang karena konflik organisasi 2011-2013, jadi mereka tak akan termakan ancaman sanksi Menpora. Tak terintimidasi dengan kesewenangan Menpora yang mengaburkan fakta seolah ada konflik,” terang Budi dalam rilis yang diterima wartawan, Selasa (12/5).

“Kemarin PSSI yang dibekukan, lalu PT Liga mau diganti, sekarang anggota PSSI diancam sanksi kalau tak mau ikut kompetisi. Ini contoh aparatur negara yang arogan, mengatasnamakan negara untuk tujuan dan ambisi pribadinya,” tambahnya.

Budi juga heran dengan perhatian berlebihan yang ditunjukkan Menpora kepada PSSI yang bisa membuat cabang olahraga lain iri. Oleh karena itu, Menpora disarankan sebaiknya juga memberikan perhatian yang sama pada cabang-cabang olahraga lainnya.

Selain itu, Budi mempertanyakan apakah Kemenpora benar-benar bisa mengelola kompetisi lebih baik dari PSSI. Bukan apa-apa, turnamen Piala Menpora yang rutin digelar saja transparansi anggaran dan penggunaan dananya belum diungkapkan.

“Piala Menpora rutin digelar, apa tata kelola Kemenpora untuk kompetisi bisa lebih baik? Apa hasil Piala Menpora selama ini? Anggarannya berapa yang terpakai? Transparansi penggunaan dananya dipublikasikan tidak di website?,” paparnya.
(sumber: sportanews.com)
Baca SelengkapnyaKlub Liga Indonesia Tetap Solid Meski Diancam Kemenpora

Anggota BOPI untuk ISL Pernah Palsukan Dokumen

Diposkan oleh Viva Bola on 18 March 2015

Tim verifikasi BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia) dipercaya untuk “menguliti” klub-klub Indonesia Super League sebelum bisa tampil di kompetisi tahun ini. Ironisnya, mereka yang dipercaya menjadi anggota tim verifikasi BOPI adalah wajah-wajah yang sesungguhnya tak asing dalam persepakbolaan Indonesia dan pernah punya catatan buruk.

Sejumlah nama di tim verifkasi BOPI pernah masuk dalam struktur kepengurusan PSSI ketika Djohar Arifin Husin baru ditunjuk sebagai Ketua Umum PSSI pada 2011. Selain itu, terdapat juga staf PT Liga Prima Indonesia Sportindo, operator Indonesia Primer League (IPL), yang masuk dalam tim verifikasi BOPI.

Salah satu anggota Tim verifikasi BOPI adalah Llano Mahardika, yang sebelumnya menjabat sebagai staf departemen kompetisi PT LPIS, operator untuk Liga Prima Indonesia atau LPI. Llano punya catatan buruk. Dirinya pernah terlibat kasus pemalsuan dokumen transfer untuk Titus Bonai ke klub Thailand, BEC Tero Sasana.

PT LPIS mengganjar Llano dengan hukuman yang tergolong ringan, yakni skorsing selama tiga bulan. Kala itu, PT LPIS punya alasan tersendiri menghukum ringan mantan CEO Persebaya 1927 tersebut.

Kompetisi LPI sendiri akhirnya harus bubar jalan setelah sejumlah masalah yang menimpa, termasuk tunggakan gaji pemain, jadwal pertandingan yang berantakan, dan tak adanya dana untuk melanjutkan kompetisi.

Selain itu, LPI juga masih meninggalkan sejumlah masalah, termasuk masalah isu suap, dan pemain asing yang meninggal karena tak punya biaya pengobatan akibat gajinya yang tak dibayar.

Pada sisi lain, nama Fachri Sinaga pernah terdaftar sebagai Direktur Marketing PSSI pada 2012-2013. Setelah Kongres Luar Biasa PSSI pada 17 Maret 2013 di mana kepengurusan berganti, Fachri terdepak dari PSSI dan namanya tiba-tiba muncul sebagai anggota tim verifikasi BOPI untuk ISL.

Pada akhirnya, tidak mengherankan bila muncul suara-suara miring menyoal independensi BOPI dalam melakukan verifikasi kelengkapan administratif dan profesional klub-klub peserta ISL 2015. Harus terus ditunggu ke mana bola liar kini mengarah agar kompetisi di Tanah Air tidak keluar dari relnya.
(sumber: liputan6.com)
Baca SelengkapnyaAnggota BOPI untuk ISL Pernah Palsukan Dokumen

Inilah Faktor Penyebab Utama Persik Kediri Bubar

Diposkan oleh Viva Bola on 16 January 2015

Manajemen Persik Kediri sadar diri sehingga memutuskan membubarkan tim dan tidak mengikuti kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015. Dua faktor utama yaitu tunggakan gaji pemain dan ketiadaan sponsor yang masuk menjadi penyebab tim berjuluk Macan Putih itu gagal lolos verifikasi dan memilih undur diri dari ISL.

“Memang ada kendala yang mengakibatkan kita gagal lolos verifikasi dan tidak bisa berkiprah di ISL musim ini,” kata Ketua Umum Persik Kediri, Barnadi saat dikonfirmasi berada di Malang, Jawa Timur, Jumat (16/1/2015).

Untuk gaji pemain, manajemen Persik masih memiliki tunggakan hutang 4 bulan gaji pemain yang nilai seluruhnya mencapai sekitar Rp 2 miliar. Manajemen pun berjanji akan memberikan hak pemain itu jika telah ada uang yang masuk. Salah satu dana segar yang diharapkan masuk adalah sharing dana dari PT Liga Indonesia (PT LI) saat dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT LI pada 31 Januari mendatang.

Namun Barnadi mengaku tidak mengetahui pasti berapa besar dana yang didapat saat RUPS tersebut. Para pemain pun diminta bersabar jika gajinya dibayar secara bertahap, berdasarkan dana yang ada.

“Kalau dapat dari RUPS PT LI, pasti gaji pemain akan saya bayar. Apakah cukup atau tidak, pokoknya kalau ada uang masuk segera dibayar. Pemain harus bersabar kalau misalnya kami beri 50 persen dulu atau sebagian dulu,” papar Barnadi.

Selain masalah gaji, klub kebanggaan Persikmania itu juga kesulitan untuk menggaet sponsor. Manajemen memang sudah mengajukan proposal ke salah satu pabrik rokok besar yang berbasis di Kediri yakni Gudang Garam. Sayangnya sampai saat ini belum ada jawaban dari perusahaan rokok tersebut.

“Kota kecil seperti Kediri ini sulit untuk menarik minat sponsor, berbeda dengan kota besar seperti Surabaya, Malang, Bandung dan Jakarta. Gudang Garam pun sampai sekarang belum ada jawaban,” ujar Barnadi.

Menurutnya, untuk satu musim kompetisi penuh Persik Kediri butuh dana sedikitnya Rp 15 miliar. Itupun sudah terbilang sangat kecil dengan nilai kontrak pemain yang sederhana. Karena berbagai kesulitan itulah manajamen Persik menyadari jika diputuskan gagal lolos verifikasi PT LI.

“Ini akhirnya yang menjadi keputusan manajemen untuk membubarkan tim dan tidak ikut ISL 2015. Kami akan ikut kompetisi Divisi Utama entah musim ini atau vakum dulu hingga setahun kedepan,” pungkas Barnadi.

(Liputan6.com)
Baca SelengkapnyaInilah Faktor Penyebab Utama Persik Kediri Bubar

PSM, Persebaya, dan PBR di Ujung Tanduk

Diposkan oleh Viva Bola

Tiga di antara enam klub yang lolos verifikasi keikutsertaan Liga Indonesia 2015 dengan catatan, berada di ujung tanduk.

Dalam proses audit yang dilakukan Kamis (15/1) kondisi keuangan mereka masih minus. Kemungkinan pelarangan penggunaan pemain asing bukan sebuah keniscayaan.

PT Liga Indonesia sebagai administrator kompetisi membagi dua kategori klub bermasalah. Yang pertama klub-klub yang masih menyisakan utang plus proyeksi pendanaan meragukan. Tiga klub masuk kategori ini: Persebaya, PSM, dan Pelita Bandung Raya.

Kategori kedua, klub yang jumlah utangnya relatif aman, namun proyeksi keuangannya di musim 2015 masih menyisakan pertanyaan. Klub-klub yang masuk kategori ini, antara lain Persija, Arema Cronus, dan Gresik United.

"Untuk kategori yang kedua sebenarnya bisa dikatakan siap mengikuti kompetisi LSI 2015, mereka hanya perlu lebih efisien mengatur keseimbangan keuangannya agar menjalani kompetisi tanpa gangguan," ucap Joko Driyono, CEO PT LI.

Perhatian khusus diberikan PT LI pada tiga klub yang masuk kategori pertama.

"Dalam pertemuan kami meminta penjelasan terperinci solusi mereka menyelesaikan tunggakan utang. Selanjutnya kami juga memeriksa modal finansial yang dimiliki untuk menjalani LSI 2015," kata Joko.

Pada Senin (19/1), PT LI akan kembali menggelar rapat pleno. Amat mungkin terjadi, Persebaya, PSM, dan PBR masuk daftar merah dan berada di ujung tanduk terancam tidak boleh mengontrak pemain asing. - Ulang Tahun -

"Keputusan ini jangan dianggap sebuah hukuman. Justru sebenarnya dipahami bahwa PT LI justru berusaha membantu menyehatkan keuangan klub-klub tersebut," ujar Joko.

(BolaNews.com)
Baca SelengkapnyaPSM, Persebaya, dan PBR di Ujung Tanduk

Profesionalisme yang Bertumpu Pada Donatur

Diposkan oleh Viva Bola on 10 January 2015

Profesionalisme yang selalu dibanggakan PSSI terkait pengelolaan klub-klub ISL nyatanya hanya sebatas pada kata-kata. Profesional hanya sebatas badan hukum. Pengelolaan finansial yang baik secara perusahaan, entah itu upaya memaksimalkan pendapatan atau meminimalisir kerugian masih dilakukan dengan cara-cara tradisional.

Salah satu hal kentara yang bisa terlihat adalah sumber pendapatan dana yang didominasi oleh para donatur. Sistem ini mirip-mirip seperti apa yang lazim dilakukan klub-klub Galatama di dekade 70-80an. Ibarat dua sisi mata uang, akan ada dua kemungkinan yang bisa dicapai, tetap eksis atau bubar. Namun opsi kedualah yang banyak terbukti di Indonesia. Bukti kegagalan sistem pendanaan secara donatur ini bisa terlihat dari dua klub semenjana yang kini sedang berjuang mati-matian agar bisa tetap eksis di ISL, Persiwa Wamena dan Persik Kediri.

Manajer Persiwa, Agus Susanto mengakui bahwa mayoritas anggaran Persiwa didapat dari sumbangan Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua. "Hampir 70-80% biaya operasional kami selama satu musim didapat dari sumbangan bupati-bupati di Pegunungan Tengah," ungkapnya.

Dari data yang didapat Jawa Pos, jumlah kabupaten di sekitaran pegunungan tengah mencapai 10 kabupaten. Tercatat biaya operasional Persiwa saat mengikuti Divisi Utama musim lalu mencapai 13 Milyar. Estimasinya berarti di musim lalu, setiap bupati menyumbang 1,3 Milyar untuk Persiwa. - Catering Malang -

Meski begitu, Agus membantah dugaan itu. Menurutnya sumbangan itu tak bersifat memaksa, maka dari itu tiap bupati memberikan sumbangan dengan nilai yang berbeda-beda. "Tentu saja bantuan terbesar dari bupati Jayawijaya, selaku pemilik Persiwa secara wilayah," ungkapnya.

Dengan dana yang didapat dari sumbangan para bupati maka tak menutup kemungkinan kebocoran penggunaan APBD untuk sepakbola. Meski begitu, Agus tak begitu peduli dengan asal-usul itu, dia tetap yakin bahwa sumbangan dana yang didapat dari donatur murni dari kocek pribadi bupati-bupati itu sendiri.

Ketidakjelasan dana ini juga dialami oleh Persik Kediri. Secara blak-blakan, Wakil Manajer, Rudi Hermanto mengutarakan bahwa pendapatan bersih Persik di ISL musim lalu berkisar 10 Milyar. Angka ini tentu saja jauh dari target manajemen yang berharap mendapatkan 13 Milyar. Dengan keminusan ini wajar saja jika Persik memiliki masalah tunggakan gaji kepada seluruh pemain pada musim lalu hingga empat bulan lamanya

Tapi jangan sangka angka pendapatan 10 Milyar yang didapatkan Persik bukanlah berkat kelihaian manajemen memanfaatkan potensi bisnis. Rudi mengakui bahwa 80% pemasukan itu didapat dari donatur yang konon katanya adalah para pengusaha kaya yang gila bola dan bermukim di Kediri. Salah seorang orang dalam Persik membocorkan bahwa salah satu donatur terbesar Persik adalah Iwan Budianto, Manajer Arema Cronus. Dan patut dicatat sumbangan ini sukarela, tanpa pamrih mendapat untung lebih.

Diluar pemasukan dari donatur, sumber pendanaan Persik hanya mengandalkan sektor tiket yang berkeuntungan 1,3 Milyar dan revenue sharing televisi dari PSSI yang berjumlah 2 Milyar. Total pemasukan dari Aboard tak jadi hitungan, karena nominalnya yang teramat kecil hanya mencapai puluhan juta. Dengan begitu berarti ada sekitar 7-8 Milyar uang donatur yang diserap oleh Persik. "Klub-klub kecil di daerah kondisinya memang seperti itu, sulit untuk tak hanya bergantung pada sosok donatur," keluh Rudi.

Terlalu bertumpu mengandalkan kucuran dana donatur memang jadi sebuah dilema tersendiri. Tak adanya kontrak hitam di atas putih membuat kucuran dana bisa berhenti kapanpun, tergantung mood si empu pemilik uang. Hal ini diakui Agus. Tak jarang dia berkeluh kesah kepada media menuntut agar bupati-bupati itu merealisasikan janji membantu Persiwa. "Ya itulah resikonya, agar bisa tetap bertahan kami harus jangan putus asa menagih janji-janji itu," ungkapnya.

(JawaPos)
Baca SelengkapnyaProfesionalisme yang Bertumpu Pada Donatur

Saatnya PT. Liga Indonesia Bersikap Tegas

Diposkan oleh Viva Bola

Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) mendukung penuh wacana PT Liga Indonesia yang berencana tidak meloloskan tim-tim penunggak gaji ke Indonesia Super League (ISL) di musim baru nanti. Sebab, dengan begitu, tim-tim yang bermasalah tersebut bisa memiliki tanggung jawab untuk membayar gaji pemain dan pelatih.

"Kalau memang masih ingin menggunakan embel-embel profesional, ya tim yang masih memiliki tanggungan utang di musim lalu sebaiknya di enyahkan saja," ujar Chief Executive Officer (CEO) APPI Valentino Simanjuntak. "Jadi, kalau PT Liga berencana bersikap tegas, kami dari APPI sangat mendukung," timpalnya.

Pria berdarah Batak itu lantas mengungkapkan bahwa, saat ini jumlah klub yang masih menunggak gaji pemain dan pelatih mereka cenderung bertambah. Pasalnya, selama awal Januari, mereka juga baru saja menerima laporan dari beberapa pemain yang hak-hak mereka belum juga dipenuhi oleh klub. - Catering Enak -

Dengan begitu, menurut Valentino, dia dan rekan-rekannya berencana untuk melakun rilis ulang tim-tim bermasalah dengan gaji pemain di awal pekan," Kalau nggak Senin, mungkin Selasa kami akan merilis data baru klub-klub penunggak gaji. Dan, kami berharap mereka yang bermasalah itu tidak diloloskan dalam verifikasi finansial," timpalnya.

Pria yang juga seorang presenter olaharaga dan pengcara tersebut mengatakan, dari data baru yang mereka terima besar kemungkinan tidak akan jauh berbeda dengan data yang pernah mereka rilis sebelumnya. Pasalnya, sampai saat ini belum ada perkembangan klub-klub yang pernah mereka rilis sebagai penunggak utang itu melunasi hak pemain.

Hanya saja, Valentino enggan menyebutkan klub mana saja yang melengkapi rilis mereka di pertengahan Desember lalu itu. Tapi, dari beberapa sumber internal APPI menyebutkan bahwa, ada tiga klub lain yang termasuk dalam penunggak gaji pemain, mereka adalah Persik Kediri, Persiba Balikpapan dan Persela Lamongan.

Terlepas dari itu, berdasarkan data dari pihak PT Liga Indonesia, sampai saat ini adalah lima klub yang masih belum melunasi gaji pemain mereka di musim lalu. Seperti Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Pelita Bandung Raya, Persik Kediri dan Persiwa Wamena.

(JawaPos)
Baca SelengkapnyaSaatnya PT. Liga Indonesia Bersikap Tegas

Persebaya Surabaya Keok Hadapi Persela Lamongan

Diposkan oleh Rayatalit on 11 February 2014

Persela Lamongan sukses membungkam ambisi Persebaya Surabaya. Bermain di Stadion Surajaya, Senin (10/2/2014) malam WIB, Persela memberondong tiga gol tanpa balas ke gawang Persebaya. Adalah Bijahil Chalwa menjadi bintang kemenangan Persela pada laga kali ini. Pemain berusia 23 tahun tersebut mampu mencetak hat-trick dan hal itu dilakukannya pada babak pertama.

Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, Persela tampil menekan sejak menit-menit awal. Peluang pertama diperoleh Arif Ariyanto pada menit ke-15. Namun, bola sundulannya masih melebar ke sisi kiri gawang Persebaya.

Meski materi pemain kalah kelas dari tim lawan, Persela mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya di jantung pertahanan lawan. Upaya mereka pun akhirnya membuahkan hasil setelah Chalwa mencetak gol pertamanya pada menit ke-27 seusai menerima umpan Zaenal Arifin.

Gol tersebut menambah motivasi para pemain Persela. Tujuh menit berselang bahkan mereka mampu unggul lagi setelah Bijahil Calwa sukses memaksimalkan umpan Adison Alves de Olivera untuk mengubah kedudukan menjadi 2-0.

Memasuki menit ke-39, Bijahil Calwa kembali membuat pendukung tuan rumah bersorak setelah memanfaatkan kesalahan kiper Persebaya, Fery Rotinsulu, saat mengantisipasi bola. Skor 3-0 pun bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, pelatih Persebaya , ahmad Darmawan, melakukan pergantian kiper. Ferry Rotinsulu ditarik keluar untuk digantikan Jendry Pitoy.Bajul Ijo pun mencoba mengambil inisiatif serangan lebih dulu di menit-menit awal babak ini.

Ancaman pertama Persebaya tercipta melalui aksi Manahati Lestusen pada menit ke-52. Sayang, bola tendangannya masih melayang di atas mistar gawang.

Setelah itu, sejumah serangan dilakukan kedua tim masih gagal dikonversikan menjadi gol. Skor 3-0 untuk Persela tetap bertahan hingga wasit meniup peluit akhir pertandingan.

Pelatih Persebaya, Rahmad Darmawan, mengakui permainan Persela sangat baik pada babak pertama. Menurutnya, serangan Persela membuat Manahati dan kawan-kawan panik sehingga sulit mengembangkan permainan.

"Harusnya kami tetap fokus, banyak long pass yang tidak perlu dilakukan anak-anak. Kami coba perbaiki permainan di babak kedua dengan membuat beberapa kombinasi di lini depan tapi tetap gagal cetak gol. Kami akui tidak ada faktor kelelahan, sebagai pelatih siap menang dan siap kalah, saya juga tidak akan pernah salahkan siapa pun," kata Rahmad seusai laga.

"Fery saya ganti karena kami tanya tidak siap, blunder untuk penjaga gawang bisa saja terjadi untuk siapa pun," tambahnya.

Sementara itu, pelatih Persela, Eduard Tjong, mengaku puas dengan kemenangan ini. Ia menilai, anak asuhnya tampil sangat baik karena telah mempersiapkan pertandingan ini secara maksimal.

"Pulang dari Papua kami memang persiapan untuk laga kandang. Main sayap, efektif, terimakasih pemain mau komitmen, dan fighting spirit tinggi meski ada yang tidak enak. Babak kedua agak turun tempo, mungkin kondisi fisik agak menurun," papar Eduard.

Kemenangan ini mampu mengantarkan Persela ke posisi lima klasemen. Untuk sementara mereka telah mengantungi raihan empat poin, tertinggal dua angka dari Persebaya yang tetap berdiri di puncak klasemen Indonesia Super League wilayah Timur.
Baca SelengkapnyaPersebaya Surabaya Keok Hadapi Persela Lamongan

Pembagian Grup Inter Island Cup 2014

Diposkan oleh Rayatalit on 31 December 2013

PT Liga Indonesia telah menetapkan pembagian grup babak penyisihan (kualifikasi zona) turnamen pramusim Inter Island Cup (IIC) 2014. Dalam pembagian grup tersebut, Arema Indonesia harus berjumpa dengan Persija Jakarta di babak penyisihan.

IIC 2014 yang akan bergulir pada 10 – 25 Januari 2014 di fase pertama akan melibatkan 22 klub dari empat zona, yakni Zona Sumatera, Zona Jawa, Zona, Kalimantan, Zona Papua dan Sulawesi. Namun, dari empat zona tersebut, PT Liga membaginya menjadi enam grup.

“Tuan rumah babak kualifikasi zona ditentukan oleh PT Liga. Kita juga telah menginformasikan kepada tuan rumah dan seluruh peserta, bahwa babak penyisihan akan berlangsung pada 10-14 Januari, babak 8 besar pada 18-22 Januari dan Final pada 25 Januari,” ujar CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, CEO PT Liga Indonesia, Senin 30 Desember 2013.

Zona Sumatera memiliki sistem dan format yang berbeda dengan tiga zona lainnya, karena hanya terdiri dari dua klub, Semen Padang dan Sriwijaya FC. Kedua tim tersebut akan bermain dengan sistem home and away, memperebutkan satu jatah lolos ke babak 8 besar IIC 2014.

Tiga zona lainnya, yaitu Jawa, Kalimantan dan Papua + Sulawesi, akan menggunakan format home tournament dan memakai sistem setengah kompetisi. Masing-masing juara grup dari zona Jawa berhak lolos ke babak 8 besar. Dengan demikian, akan ada tiga wakil dari zona Jawa ke babak 8 besar.

Zona Kalimantan hanya terdiri dari satu grup dan akan dimainkan di Stadion Demang Lehman, yang merupakan markas Barito Putera. Dan dari Zona Kalimantan hanya akan diambil satu tim juara.

Zona Papua dan Sulawesi akan berlangsung di Stadion Mandala, Jayapura. Seperti halnya Zona Kalimantan, juara Zona Papua dan Sulawesi juga akan menjadi satu-satunya wakil di babak 8 besar IIC 2014.

Berikut pembagian grup IIC 2014 :

Zona Sumatera: Semen Padang dan Sriwijaya FC. (kandang dan tandang)

Zona Jawa 1: Bandung, terdiri dari Persib Bandung, Pelita Bandung Raya, Persita Tangerang dan Persijap Jepara. (Stadion Si Jalak Harupat, Bandung)

Zona Jawa 2: Arema Indonesia, Persija Jakarta, Persepam Madura United, dan Persela Lamongan (Stadion Kanjuruhan, Malang)

Zona Jawa 3: Persebaya Surabaya, Gresik United, Persik Kediri dan Persiba Bantul. (Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya)

Zona Kalimantan: Barito Putera, Persiba Balikpapan, Persisam Samarinda dan Mitra Kukar. (Stadion Demang Lehman)

Zona Papua dan Sulawesi: Persipura Jayapura, Persiram Raja Ampat, Perseru Serui dan PSM Makassar. (Stadion Mandala, Jayapura)
TENUN IKATKAOS KEDIRIBATIKJersey Bola
Baca SelengkapnyaPembagian Grup Inter Island Cup 2014

Persipura Kampiun Liga Indonesia 2012-2013

Diposkan oleh Viva Bola on 04 August 2013

Persiwa

Persipura Jayapura memastikan meraih gelar juara kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) musim 2012-13. Kepastian itu didapatkan, setelah berhasil meraih kemenangan 2-0 pada laga menghadapi Persiwa Wamena di Stadion Pendidikan, Wamena pada Rabu (31/7/2013) malam.

Dua gol kemenangan Persipura Jayapura dicetak oleh Boaz Solossa pada menit ke-64 dan Patrich Wanggai pada menit ke-72. Tambahan tiga poin itu tak mampu dikejar oleh peringkat kedua Arema Indonesia.

Persipura mengoleksi 73 poin hasil dari 30 pertandingan. Arema Indonesia tak mampu mengejar raihan poin Persipura, sebab Singo Edan mengoleksi 56 poin atau tertinggal 17 angka padahal laga tersisa lima pertandingan lagi.

Di kompetisi LSI musim ini, Persipura menyisakan 4 pertandingan, yakni menjalani laga tandang ke Persela (22/8) dan Persepam (27/8), kemudian laga tandang menjamu Persib (3/9) dan Persita (7/9).

Persipura Jayapura, sebagai salah satu klub besar di Indonesia telah meraih tiga kali gelar juara, yakni pada tahun 2005, 2008-09, dan 2010-11. Pada kompetisi musim 2011-12, Persipura hanya berada di peringkat kedua di bawah Sriwijaya FC.
Baca SelengkapnyaPersipura Kampiun Liga Indonesia 2012-2013

Menang 1-0 Atas Arema, Sriwijaya FC ke Final

Diposkan oleh Rayatalit on 17 December 2012

Sriwijaya FC menang tipis 1-0 dari Arema Indonesia Malang pada semifinal Turnamen Inter Island Cup 2012 di Stadion Manahan Solo, Minggu malam.

Gol satu-satunya Sriwijaya FC tercipta pada babak kedua menit 65 dari Ponaryo Astaman melalui titik penalti setelah kiper Arema Kurnia Mega melanggar penyerang Sriwijaya, Tantan.

Laga Sriwijaya FC melawan Arema berlangsung seru di mana kedua kesebelasan saling melancarkan serangan.

Pada babak pertama Tim Arema yang dilatih Rahmad Darmawan mengambil inisiatif serangan, sehingga banyak peluang tercipta.

Sebaliknya, Sriwijaya FC yang bermain tenang dan umpan dari kaki ke kaki juga mendapat satu peluang melalui sundulan kepala pemain tengahnya Sutan Sana yang memanfaatkan umpan Foday Bookay. Sayang, bola Sutan Sama membentur gawang Arema yang dijaga Kurni Mega.

Di babak kedua, Sriwijaya memasukkan Khoirul Huda dan Fahkorudin dan menarik keluar Sutan Sana serta Ali Khadafi, sedangkan Arema memasukkan Munhar, Engelberd Sani, dan Cristian Gonzales.

Sriwijaya mendapat peluang pada menit 58 melalui Tantan yang berhasil memanfaatkan umpan dari belakang dengaan sundulan kepala, tetapi wasit menganulir gol Tantan karena dinyatakan off side.

Sriwijaya baru berhasil membuat gol melalui hadiah tendangan pinalti setelah terjadi pelanggaran di kotak pinalti oleh kiper Kurnia Mega pada menit 65.

Kapten Sriwijaya Ponaryo Astaman tidak menyia-nyikan kesempatan itu, dan tembakannya ke arah gawang Arema berhasil mengecoh kiper Kurnia Mega sehingga kedudukan menjadi 1-0.

Kedudukan 1-0 untuk Sriwijaya tersebut tetap bertahan hingga wasit Yandri yang memimpin pertandingan meniup peluait panjang tanda berakhirnya babak kedua.

Pelatih Arema Indonesia Rahmad Darmawan mengakui Sriwijaya memang lebih unggul dibanding timnya.

"Sriwijaya pantas menang karena mereka bermain bagus dan fokus permainan sehingga mampu memanfaatkan peluang yang ada," kata Rahmad.

Sementara pelatih Sriwijaya FC Kashartadi, mengatakan, timnya tidak ditargetkan menang dalam turnamen Inter Island Cup sehingga pemainnya hanya diminta menikmati permainan.

"Kami beruntung bisa memenangkan pertandingan melawan Arema ini," katanya. (ANT)
TENUN IKATKAOS KEDIRIBATIKJersey Bola
Baca SelengkapnyaMenang 1-0 Atas Arema, Sriwijaya FC ke Final

Sukses Hantam Persib, Persisam Menuju Final

Diposkan oleh Viva Bola on 16 December 2012

ISL

Persisam Samarinda akhirnya lolos ke babak final turnamen Inter Island Cup 2012. Hasil itu diraih Persisam setelah berhasil melibas Persib Bandung dengan skor 2-0, di babak semifinal yang digelar di Stadion Manahan Solo, Minggu (16/12/2012).

Pertandingan antara Persisam melawan Persib berlangsung menarik sejak babak pertama. Aksi saling jual beli serangan pun tersaji selama pertandingan berlangsung. Babak pertama, Persib sempat beberapa kali mengancam gawang Persisam Samarinda. Sayangnya, tak ada gol di babak pertama. Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya tercipta di babak kedua. Dua gol akhirnya terlahir dari kaki pemain Persisam Samarinda.

Gol kesebelasan Persisam Samarinda dicetak oleh pemain cadangan yang masuk di babak kedua, Aldaer Makatindu. Pemain bernomor punggung 25 tersebut melepas tendangan first time setelah mendapat umpan lambung terukur dari Bayu Gatra yang tak bisa dijangkau oleh penjaga gawang I Made Wirawan.

Merasa tertinggal, Persib Bandung berbalik menekan pertahanan Persisam Samarinda. Atep sempat mengancam gawang Persisam namun penampilan apik Usman Pribadi mampu menyelamatkan gawang.

Persib kembali kebobolan di sekitar menit 78. Kali ini, tembakan keras Kone Lancing merobek jala gawang Persib.

Tertinggal dua gol, Persib tetap melancarkan serangan-serangan ke Persisam. Abanda Herman yang sempat melepas heading menyambut umpan tendangan sudut dari Firman Utina mampu ditepis oleh penjaga gawang Persisam, Usman Pribadi.

Hasil kemenangan 2 - 0 ini memastikan Persisam Samarinda lolos ke babak final. Persisam akan menunggu laga antara Sriwijaya FC kontra Arema untuk menentukan lawan di babak final nanti.
TENUN IKATKAOS KEDIRIBATIKJersey Bola
Baca SelengkapnyaSukses Hantam Persib, Persisam Menuju Final

Arema Indonesia vs Sriwijaya FC : Lawan Sepadan

Diposkan oleh Rayatalit

Arema Indonesia bakal menghadapi lawan berat di semifinal Inter Island Cup (IIC) 2012, Minggu (16/12). Sriwijaya FC (SFC) bakal menjadi penantang serius di fase ini karena kedua kubu memiliki kekuatan relatif seimbang dari sisi teknis.

Arema dan SFC pernah bertemu beberapa pekan silam dalam pertandingan ujicoba di kandang Arema, Stadion Kanjuruhan, Malang. Kala itu SFC membuktikan mereka bukan lawan yang mudah ditekuk dan memaksa Arema hanya menang satu gol via eksekusi pinalti.

Saat bertemu di venue netral alias Stadion Manahan, Solo, Arema jelas tidak bisa menepuk dada. Apalagi, catatan selama pra musim, Pelatih Arema Rahmad 'RD' Darmawan selalu kesulitan mengalahkan mantan timnya, yakni Persija Jakarta, Persipura Jayapura dan SFC.

Arema kalah dari Persija di turnamen Trofeo Persija, bermain imbang kontra Persipura di fase grup IIC 2012 dan hanya menang 1-0 kala bersua SFC. Hasil itu bisa menjadi garansi awal ketatnya pertarungan di semifinal IIC 2012. SFC sendiri mewakili Grup A dan menyingkirkan tim tangguh macam Persija Jakarta.

RD sendiri mengakui timnya harus jauh lebih fokus di fase ini karena hasil pertandingan tak hanya ditentukan faktor teknis belaka. “Arema dan SFC merupakan tim yang matang. Semua aspek sangat menentukan, termasuk konsentrasi, mental, serta keberuntungan,” tukas RD, Sabtu (15/12).

Dia meminta fokus pemain jauh lebih baik dibanding fase grup lalu, terutama produktifitas. RD ingin pemainnya lebih tenang dalam pemanfaatan peluang, karena di tiga laga sebelumnya, Arema tidak bisa mengonversi puluhan peluang menjadi gol. Mendominasi pertandingan terbukti belum cukup untuk membuat tim subur.

Pada duel nanti RD hampir dipastikan memasang pola 4-2-3-1 dengan menempatkan Alberto Goncalves sebagai striker tunggal. Di belakangnya, tiga gelandang bernaluri penyerang yakni Kayamba Gumbs, Qischil Gandruminny, serta Dendi Santoso. Sementara holding midfielder ditempati Joko Sasongko dan Egi Melgiansyah.

Kekuatan Arema agak tereduksi karena absennya Greg Nwokolo dan gelandang bertahan I Gede Sukadana. Bagaimana dengan Christian Gonzales? Penyerang anyar ini bisa menjadi solusi terakhir walaupun RD belum berhasrat memainkannya di babak semifinal.

“Suasana tim sangat bagus, kami sudah cukup recovery, sekarang tinggal konsentrasi ke pertandingan. Kami siap menjalani pertandingan seketat apa pun dan semoga bisa memberikan kemenangan. Kehadiran supporter Aremania akan sangat berpengaruh,” cetus RD.

Sementara, arsitek SFC Kas Hartadi mengakui timnya membutuhkan permainan terbaik untuk mengalahkan tim sekelas Singo Edan. Dia memperkirakan kedua tim bakal saling menyerang secara terbuka dan tidak ada yang bermain negatif. Bermain bertahan menurutnya bukan tipikal Arema maupun SFC.

“Kami akan tampil menyerang sesuai dengan karakter SFC. Saya rasa untuk kualitas, kami setara dengan Arema dan akan mengimbangi permainan mereka,” ujar Kas Hartadi. Untuk pemain yang menjadi perhatian khusus, dia tidak menyebut secara spesifik.

Tapi dia mencatat ada sejumlah pemain yang berpotensi membuat petaka, di antaranya Alberto Goncalves dan Kayamba Gumbs. “Komposisi pemain Arema merata dan semua harus diperlakukan sama. Kami optimistis mendapat hasil terbaik dan menuju final. Kami sudah siapkan semuanya sebelum berangkat ke Solo,” tandasnya.

Opak GambirTenun Ikat BandarJersey Bola

Baca SelengkapnyaArema Indonesia vs Sriwijaya FC : Lawan Sepadan

Solo Siap Dibanjiri Suporter Sepakbola Indonesia

Diposkan oleh Rayatalit on 15 December 2012

Puluhan ribu suporter diprediksi bakal masuk ke Kota Solo secara bergelombang seiring dilangsungkannya partai semifinal Inter Island Cup (IIC) 2012 di Stadion Solo, Minggu (16/12) sore.

Guna menghindari bentrok antarsuporter, Panpel bakal menggandeng aparat keamanan dan Pasoepati yang sebelumnya telah menyatakan akan memboikot laga IIC 2012.

Empat tim yang dinyatakan lolos sebagai semifinalis, yakni Sriwijaya FC, Arema Indonesia, Persib Bandung dan Persisam Samarinda. Keempatnya dipastikan bakal tampil dengan dukungan penuh suporternya.

Ketua Panpel Pertandingan Solo, Paulus Haryoto, mengatakan empat tim yang mengikuti partai semifinal di Solo rata-rata memiliki pendukung fanatik yang mencapai ribuan. Sejauh ini, Panpel sudah memperoleh kepastian dari pendukung Arema (Aremania) yang akan mendatangi Kota Solo dengan jumlah kurang lebih 7.000 orang, sedang, suporter Persib juga tak akan kalah banyak.

Sesuai jadwal, partai semifinal pertama menghadirkan Persib Bandung melawan Persisam Samarinda pukul 15.00 WIB. Di semifinal kedua pukul 19.00 WIB, giliran Sriwijaya FC melawan Arema Indonesia.

Selain dipilih sebagai lokasi semifinal IIC 2012, Panpel pusat dari Badan Liga Indonesia (BLI) juga memilih Stadion Manahan sebagai lokasi menyelenggarakan partai final IIC 2012, Minggu (23/12).

Dipilihnya Solo karena kota ini dianggap bersifat netral, memiliki aksesibilitas yang bagus dan memiliki fasilitas lapangan yang layak.

Sementara itu, Ketua Panpel semifinal dan final Inter Island Cup (IIC) 2012, Paulus Haryoto, mengaku akan menyiapkan ‘pagar hidup’ selama menggelar pertandingan turnamen pra-musim ISL itu di Stadion Manahan, Solo, mulai 16 dan 23 Desember. Ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya bentrok antar-suporter yang rentan terjadi dalam laga big-match.

Gelaran empat besar IIC di Solo akan diikuti empat tim, yakni Arema Indonesia, Persib Bandung, Sriwijaya FC dan Persisam Putra Samarinda. Keempat tim ini diyakini akan tampil dengan dukungan ribuan suporternya.

Dari empat suporter tim itu, hanya Aremania (pendukung Arema Indonesia) dan Viking (pendukung Persib) yang hubungannya selama ini kurang harmonis. Karenanya guna menghindari bentrokan Panpel akan memecah konsentrasi dua suporter besar itu.

Rencananya, ribuan Viking dipersilakan masuk ke stadion terlebih dahulu. Selanjutnya, giliran Aremania dipersilakan masuk ke stadion. Saat di dalam stadion, mereka akan ditempatkan di lokasi berbeda. Di tengah-tengah kedua suporter akan disiapkan ‘pagar hidup’ dari ratusan personel keamanan.

“Kami memahami hubungan suporter persib dengan suporter Arema kurang bagus. Di sini, kami juga menghormati sikap Pasoepati yang tak ingin menyaksikan langsung ke lapangan. Prinsipnya, kami ingin menjaga kondusivitas Kota Solo. Total keamanan, baik gabungan Polri dan TNI serta internal mencapai 600-an personel,” kata Paulus saat jumpa pers di Balai Persis Solo, Jumat (14/12).

Sesuai jadwal, partai semifinal pertama menghadirkan Persib Bandung melawan Persisam Samarinda pukul 15.00 WIB. Di semifinal kedua pukul 19.00 WIB, giliran Sriwijaya FC melawan Arema.

Paulus mengatakan segala perizinan dan persiapan menyelenggarakan semifinal IIC 2012 sudah dilakukan dalam beberapa hari terakhir. Saat ini, keempat tim mulai masuk ke Solo secara bergelombang. Keempat tim itu menginap secara terpisah di Hotel Agas, Hotel Lor In, Hotel Sahid Raya.

“Di laga semifinal, kami mencetak tiket sebanyak 23.000 lembar. Harga tiket berkisar Rp15.000-Rp75.000. Sesuai agenda, mulai besok pagi dan sore hari [hari ini], masing-masing tim dipersilakan mencoba lapangan,” kata Paulus.

Opak GambirTenun Ikat BandarJersey Bola

Baca SelengkapnyaSolo Siap Dibanjiri Suporter Sepakbola Indonesia

Horee... Mulai 5 Januari, ISL 2013 Digeber Kembali

Diposkan oleh Viva Bola on 14 December 2012

ISL

Gelaran Indonesia Super Liga (ISL) musim 2013 resmi dilaunching di Epicentrum Kuningan, Jakarta, Rabu (12/12) malam. Acara ini mengusung tajuk One Two, Alive and Kicking.

Perwakilan klub, mulai dari manajer, pemain dan suporter hadir. Selain itu, tampak pula Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, anggota Exco PSSI dan CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono.

ISL musim 2013 dijadwalkan mulai digelar pada 5 Januari 2013 mendatang. Laga perdana akan digelar di Stadion Gelora Jakabaring Yang mempertemukan antara juara bertahan ISL Sriwijaya FC melawan Persiba Balikpapan.

Selain itu digelar parade jersey 18 klub peserta ISL, serta parade kaus perangkat pertandingan untuk wasit dan asisten wasit, yang akan dikenakan musim depan. Banyak hal baru yang akan mewarnai ISL musim depan. Tak cuma pemain bintang yang bertaburan, teknologi wasit semisal touchline power flag juga diperbaharui.

Acara ini dibuka oleh penampilan grup musik Slank. Juga ada performance Peewee Gaskin dan Budi Doremi. Di akhir acara, diserahkan piala bergilir LSI dari PSSI versi KLB Ancol ke PT Liga Indonesia.

Berikut Daftar 18 Klub Yang Mengikuti ISL 2013 :
1. Sriwijaya FC
2. Persita Tangerang
3. Pelita Bandung Raya
4. Persib Bandung
5. Persija Jakarta
6. Arema Indonesia
7. Pesegres Gersik
8. Persela Lamongan
9. Persiwa Wamena
10. Persipura Jayapura
11. Persidafon Dafonsoro
12. Persisam Samarinda
13. Mitra Kukar
14. PSPS Pekanbaru
15. Persiba Balikpapan
16. Persepam Madura
17. Barito Putra
18. Persela Lamongan

Semoga kompetisi ISL dimulai setelah tunggakan gaji para pemain yang kemarin di lansir oleh APPI telah dipenuhi para klub dan ada jaminan garansi pembayaran bagi para pemain akan kelancaran pembayaran gaji serta jaminan asuransi kesehatan. Para pemain dan agen pemain wajib meneliti dan pintar dalam memilih klub yang sehat secara keuangan maupun klub yang berpotensi menelantarkan hak-hak para pemain. (FH)
TENUN IKATKAOS KEDIRIBATIKJersey
Baca SelengkapnyaHoree... Mulai 5 Januari, ISL 2013 Digeber Kembali

Todung Masih Bungkam Soal Isu Mundur Dari JC

Diposkan oleh Rayatalit on 14 October 2012

Tips Pasaran Bursa Taruhan dan Prediksi Bola
Todung Mulya Lubis masih bungkam terkait rumor dirinya mundur sebagai ketua tim Joint Committee (JC). Pria yang berprofesi pengacara itu bahkan tidak memedulikan isu sepak bola Tanah Air yang berkembang belakangan ini.

Sikap Todung itu jelas membingungkan karena dia dianggap sebagai figur tepat saat dinobatkan sebagai ketua. Sikap itu terkesan bahwa ada masalah pelik yang tak bisa diutarakan sosok yang juga menjabat ketua komite etik PSSI tersebut.

Yang jelas, Todung diangkat sebagai ketua setelah Federasi Sepak Bola Asia (AFC) menyetujui pembentukan JC pada 7 Juni lalu. Bersama Catur Agus Saptono, Widjajanto dan Saleh Mukadar yang mewakili PSSI Djohar Arifin, serta empat figur lain dari PSSI La Nyalla Mataliti, yakni Djamal Aziz (wakil ketua JC), Joko Driyono, Togar Manahan Nero dan Hinca Panjaitan bahu-membahu mengatasi kisruh sepak bola Indonesia.

Sayang, kinerja JC yang berjalan kurang mulus, termasuk baru menggelar dua kali rapat secara formal yang menghasilkan lima poin penting, menjadi indikasi kuat mundurnya Todung dari posisi tersebut. Rumor pun beredar bahwa Todung tidak sanggup lagi mengemban amanah tersebut.

Namun, saat dikonfirmasi soal adanya kabar tersebut, Todung memilih bungkam. Pria kelahiran Muara Botung, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, ini menegaskan tidak akan berkomentar soal adanya berbagai kabar tidak sedap menyangkut jabatannya sebagai ketua JC.

“Saya sama sekali tidak ingin berkomentar soal adanya kabar tersebut. Bagi saya, isu hanyalah isu, tidak lebih. Yang pasti, saya tidak mau berkomentar lebih lanjut,” ungkap Todung.

Sikap bungkam yang ditunjukkan Todung memang menimbulkan pertanyaan besar, apalagi jika melihat posisinya sebagai sosok sentral di JC. Sikap itu dikhawatirkan akan menjadi polemik dalam tubuh JC, karena Todung sangat diharapkan bisa menyelesaikan masalah sepak bola Indonesia.

(sindo).
Baca SelengkapnyaTodung Masih Bungkam Soal Isu Mundur Dari JC

Demi Indonesia, Kabau Sirah Tak Takut Ancaman Djohar Arifin

Diposkan oleh Rayatalit on 13 October 2012

Tips Pasaran Bursa Taruhan dan Prediksi Bola
Semen Padang tidak khawatir kehilangan jatah mengikuti Liga Champions Asia (LCA) musim depan setelah bersitegang dengan pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Memanasnya hubungan antara kedua pihak yang sempat mesra itu muncul setelah tim Kabau Sirah ini mengancam menarik seluruh pemainnya dari pemusatan latihan tim nasional. Hal itu akan mereka lakukan bila harmonisasi timnas tidak kunjung terealisasi.

Wujud harmonisasi yang diminta Semen Padang, antara lain, menempatkan Alfred Riedl sebagai pelatih kepala timnas menggantikan posisi Nil Maizar. Nil diproyeksikan menempati posisi baru sebagai Direktur Teknik timnas. Permintaan Semen Padang tersebut tidak berbeda jauh dengan perminataan kubu Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) dan PT Liga Indonesia, selaku operator Liga Super Indonesia. PSSI, melalui penanggungjawab timnas, Bernhard Limbong dan manajer timnas, Habil Marati, mengecam tindakan juara Liga Prima Indonesia (LPI) musim lalu tersebut.

Namun Semen Padang mengaku tidak gentar dengan kecaman PSSI. Melalui Komisaris Utama, Toto Sudibyo, Semen Padang bahkan balik mengancam. "Mereka (PSSI) mengancam memberi sanksi. Bahkan jika mereka mau mencabut jatah kami ke LCA musim depan, silhkan saja. Tidak apa-apa," kata Toto Sudibyo, Sabtu, 13 Oktober 2012. "Keputusan kami adalah murni untuk mendorong bersatunya timnas. Tidak ada tekanan dari pihak manapun. Jika kami nakal, seharusnya dari sekarang kami tarik semua pemain. Yang kami dorong adalah, harmonisasi harus segera terlaksana," kata Totoi.

Semen Padang menegaskan akan tetap mendukung para pemain yang dipanggil ke timnas asuhan Nil Maizar. "Tapi seiring waktu kami merasa keberatan karena ada sembilan pemain kami di timnas. Itu terlalu banyak, padahal kami juga harus mempersiapkan tim untuk Liga Super musim depan yang dimulai 5 Januari 2013," kata Toto.

Saat ini, Semen Padang menjadi penyumbang pemain terbanyak ke timnas dengan sembilan pemain. Para pemain yang dipanggil yaitu Elie Aiboy, Vendri Mofu, Hengki Ardilles, Hendra Adi Bayauw, Wahyu Tanto, Nur Iskandar, Novan Setya, Jajang Paliama, dan Titus Bonai. "Empat pemain asing kami sudah datang dan berlatih bersama tim. Tapi pemain baru kami sama sekali belum pernah berlatih bersama. Kami kan butuh mencoba, bagaimana misalnya duet Edward Wilson dan Titus Bonai," kata Toto lagi.

Sejauh ini, PSSI memang masih belum mencabut jatah Semen Padang ke Liga Champions Asia sehingga klub yang dimiliki perusahaan Semen Padang itu masih terus mempersiapkan diri. Paling anyar, manajemen klub berencana akan meminjam Stadion Utama Riau, di Kota Pekanbaru, sebagai lokasi pertandingan kandang. "Selain fasilitasnya bagus. Di Pekanbaru kan juga banyak orang Padang. Jadi kami tidak tidak takut kehilangan pendukung," kata Toto.
(arie firdaus)
Baca SelengkapnyaDemi Indonesia, Kabau Sirah Tak Takut Ancaman Djohar Arifin